Jero Wacik Terima DOM Rp120 Juta Setiap Bulan

Jakarta - Mantan Menteri ESDM Jero Wacik mengaku menerima Dana Operasional Menteri (DOM) sebesar Rp 120 juta setiap bulan saat masih menjabat menteri. Tidak hanya dirinya, semua Menteri dan Kepala Lembaga kata dia juga menerima DOM. "Saya juga mendapat DOM, sejak saya menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 7 tahun dan sekarang menjadi Menteri ESDM 3 tahun," ujar Jero usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/10/2014). Jero mengklaim dana DOM yang diberikan kepada dirinya digunakan sesuai aturan. Dia juga membantah telah melakukan pemerasan untuk meningkatkan dana operasional di kementerian yang dia pimpin. "Perlu saya terangkan itu supaya jelas di masyarakat, saya tidak pernah merasa memeras siapapun," tutur Jero. Jero menjalani pemeriksaan lanjutan dengan statusnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dengan pemerasan untuk peningkatan dana operasional menteri (DOM) di Kementerian ESDM. "Pertanyaannya kira-kira bangsa lima enam pertanyaan. Yang pertama yang banyak dipertanyakan tadi mengenai DOM," katanya. Jero diperiksa kurang lebih 5 jam. Dia keluar dari ruang pemeriksaan pukul 15.45 WIB. Usai menjawab pertanyaan wartawan politisi Partai Demokrat itu langsung meninggalkan gedung KPK dengan menggunakan mobil Toyota Innova B 1693 FKB. KPK menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dengan pemerasan untuk peningkatan dana operasional menteri (DOM) di Kementerian ESDM. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu diduga menyalahgunakan kewenangannya selama menjadi Menteri ESDM. Yakni diduga melakukan pengarahaan untuk mendapatkan dana operasional menteri yang lebih besar, karena merasa platform dana operasional tersebut dinilai kecil. Modus yang dilakukan untuk mendapatkan dana operasional yang lebih besar itu di antaranya mencari pendapatan yang bersumber dari kickback suatu pengadaan barang dan jasa, pengumpulan dana dari rekanan-rekanan terhadap program-program tertentu di Kementerian ESDM, dan dengan melakukan kegiatan atau rapat yang sebagian besar fiktif. (Has)





























