Wakil Menteri Nirwandar Bohongi Wartawan Saat akan Diperiksa KPK

Wakil Menteri Nirwandar Bohongi Wartawan Saat akan Diperiksa KPK
Jakarta - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar berusaha menghindari wartawan saat memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sapta akan diperiksa terkait dugaan pemerasan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan tersangka Jero Wacik. "Diperiksa sebagai saksi untuk JW (Jero Wacik) mantan Menteri ESDM," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, Rabu (8/10/2014). Saat tiba di gedung KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta pada pukul 09.30 WIB Sapta berkelit. Katanya bukan akan diperiksa, namun kedatangnnya ke markas Abraham Samad itu hanya untuk berdiskusi. "Iya, diskusi. Soal dana operasional menteri. Soal aturan-aturannya," tutur Sapta dengan nada berupura-pura. Sapta mengenakan kemeja berwarna hijau dipadu jaket cokelat. KPK menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka sejak 2 September 2014. Ia diduga memeras sejumlah rekanan pengadaan di kementerian ESDM melalui dana operasional menteri. Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013, total uang yang diperoleh Jero dari pemerasan itu mencapai Rp 9,9 miliar. Beberapa modus yang dilakukan Jero untuk meningkatkan DOM antara lain adalah, dia meminta anak buahnya di Kementerian ESDM mengutip kickback dari berbagai pekerjaan atau pengadaan barang dan jasa. Selain itu, Jero juga diduga mengumpulkan dana dari rekanan terkait program-program tertentu. Jero juga disebut memerintahkan anak buahnya untuk mengutip fee atas jasa konsultasi ESDM. Parahnya lagi, Jero diduga memanipulasi anggaran rapat. Serta ada juga kegiatan rapat yang dianggarkan, padahal sebenarnya rapat fiktif. Menurut KPK, uang yang diterima Jero diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya, termasuk untuk pencitraan di hadapan Presiden SBY. Untuk diketahui sebelum menjabat sebagai Menteri ESDM, Jero juga pernah menjabat menjabat Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya. (Has)