Rabu, 21 Oktober 20

Ratusan Paus Terdampar di Australia, yang Hidup Disuntik Mati

Ratusan Paus Terdampar di Australia, yang Hidup Disuntik Mati
* Ratusan paus terdampar di pesisir barat Tasmania. (Foto: RTR/BBC)

Ratusan ikan paus pilot terdampar di wilayah gundukan-gundukan pasir di laut pada sekitaran lokasi yang disebut Macquarie Heads.

Dengan hampir 400 ekor paus mati di pantai Tasmania, Australia,  operasi penyelamatan sekarang berfokus pada apa yang harus dilakukan dengan bangkai-bangkai tersebut.

Tubuh hewan-hewan itu bisa dibiarkan di pantai, dikubur di tempat tersebut, dibawa ke tempat pembuangan sampah, atau dibawa ke laut.

Namun, dia memperingatkan bahwa jika bangkai-bangkai itu terbawa kembali ke laut, mereka dapat menimbulkan bahaya navigasi yang signifikan.

Bangkai juga dapat menarik predator seperti hiu dan bahkan menimbulkan masalah kesehatan lingkungan karena pembusukan sejumlah besar hewan dapat memengaruhi tingkat oksigen dan kehidupan laut.

 

Beberapa paus pilot yang masih hidup setelah terdampar di Tasmania, Australia akan disuntik mati, karena tidak dapat diselamatkan, kata para pejabat.

Sekitar 380 paus telah mati dalam kasus terdampar paling parah di negara itu.

Pemerintah Tasmania mengatakan sejauh ini 88 ekor paus telah diselamatkan dan masih ada harapan untuk 20 lainnya.

Namun tim penyelamat mengatakan empat paus yang masih hidup dan terlalu lelah untuk diselamatkan harus disuntik mati karena itu adalah “hal paling manusiawi untuk dilakukan”.

“Ini adalah hewan-hewan yang telah kami beri kesempatan, kami telah mencoba melepaskannya tetapi mereka tidak bisa bertahan dengan baik,” Kris Carlyon dari Marine Conservation Project menjelaskan.

Dia mengatakan tidak ada peluang yang layak untuk melepaskan mereka lagi dengan sukses dan “dalam hal ini tindakan yang terbaik, tindakan paling manusiawi adalah eutanasia”.

Keempat hewan tersebut telah diperiksa oleh dokter hewan sebelum keputusan untuk membunuh mereka diambil, “berdasarkan murni pada kesejahteraan hewan”. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.