Jumat, 30 Oktober 20

Ratusan Kucing di Jakarta Dikebiri Karena Populasinya Semakin Banyak

Ratusan Kucing di Jakarta Dikebiri Karena Populasinya Semakin Banyak
* Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota di Jakarta Timur melakukan kebiri ratusan kucing. (Foto Dinas KPKP Jakarta Timur)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kucing di Jakarta hampir bisa ditemui di berbagai tempat karena ledakan populasinya begitu cepat. Karena itu Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota di Jakarta Timur melakukan dikastrasi atau kebiri masal terhadap ratusan kucing.

“Kita menekan populasi, bukan kurangi rabies. Kucing kan termasuk hewan berdarah panas yang bisa menularkan rabies. Jadi diharapkan dengan berkurangnya kucing itu, jadi dia nggak sembarangan, lalu dipelihara dengan baik sama orang-orang itu. Jadi populasi nggak begitu banyak jadi diharapkan penyakit rabies itu bisa berkurang,” kata Kepala Seksi Peternakan Sudin KPKP Irma Budiarti saat dihubungi, Kamis (15/11/2018).

Irma lalu menjelaskan bagaimana cepatnya pertambahan jumlah kucing. Dia menyebut seekor kucing bisa beranak hingga 3 kali setahun dengan jumlah anak bisa mencapai 5-6 ekor. Di Jakarta jumlah kucing semakin banyak.

“Kalau misal 1 kucing bisa punya anak 3, dikali 3 sudah 9 ekor satu tahun. Biasanya beranak paling sedikit 4 ekor, sudah 12 ekor itu baru 1 kucing,” ungkapnya memberi penggambaran.

Saat ini, Sudin KPKP lebih fokus mengebiri kucing daripada anjing. Itu karena populasi kucing lebih cepat ‘meledak’ dibandingkan anjing. Kucing di Jakarta sering berkeliaran bebas tanpa ada yang merawat.

“Anjing populasinya tidak meledak sebanyak kucing. Kita fokus kucing karena memang banyak sekali,” ucap Irma.

Selain kastrasi, Sudin KPKP juga rutin mengadakan vaksinasi rabies dan penangkapan anjing serta kucing liar. Irma menegaskan Jakarta sudah bebas rabies dan belum ditemukan kasus lagi.

“Jakarta sudah bebas rabies. Sudah tidak pernah ada. Kalau kasus penggigitan masih ada tapi selalu negatif,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.