Senin, 26 Oktober 20

Promosikan Protokol Kesehatan Wisata dalam Konten Kreasi Vlog

Promosikan Protokol Kesehatan Wisata dalam Konten Kreasi Vlog
* Salah satu destinasi wisata alam Indonesia. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar acara Webinar Workshop Konten Kreatif Travel Vlogger pada Jumat (26/6/2020).

Dalam kesempatan itu Seorang travel vlogger Sutiknyo berbagi pengalaman dan tipsnya kepada audiens mengenai produksi vlog ketika traveling.

Sutiknyo menjelaskan, suatu kreasi travel vlogging dapat dimulai dengan tiga hal utama yaitu banyak membaca, banyak mendengar, dan banyak melihat.

Selain itu, untuk mendapatkan inspirasi dan mengasah pengalaman, Sutiknyo juga mendukung para kreator untuk bergabung dengan circle kreator konten kreatif dan mengikuti kompetisi untuk mengukur kemampuan diri.

Menghadapi situasi pandemi ini, Sutiknyo juga mendukung masyarakat untuk senantiasa menaati protokol kesehatan ketika hendak melakukan perjalanan dan membuat konten kreasi.

“Protokol kesehatan dapat menjadi tantangan bagi semua, namun kita harus melihat bagaimana sebaiknya kita dapat membantu mempromosikan protokol kesehatan dalam konten kreasi vlog kita,” ujar Sutiknyo dalam keterangan tertulis Kemenparekraf, Sabtu (27/6).

Menurut dia, ini adalah waktu yang tepat bagi warga Indonesia untuk mengenali negaranya seperti apa.

“Pastinya dengan tetap menaati protokol kesehatan yang ada,” tambah Sutiknyo.

Tak hanya Sutiknyo, Konten kreator Ariev Rahman juga konsisten menyebarkan konten edukasi travelling melalui channel youtube maupun situs blog Backpackstory.me, menekankan pentingnya melakukan persiapan perjalanan, berkolaborasi dengan talenta lokal sebagai guide, maupun proses pengambilan dan editing gambar sebagai kunci keberhasilan membuat konten.

“Kolaborasi dengan warga lokal bisa menambah kekuatan konten untuk mempopulerkan suatu destinasi pariwisata. Dengan demikian kita bisa menyajikan narasi yang lebih berbobot dan bernilai lebih di dalam materi video kita,” ujar Ariev.

Saat ini Ariev sedang menjalankan proyek bernama ‘Datang Senang Pulang Kenyang’, sebagai upaya untuk menghasilkan sebuah ensiklopedia untuk melestarikan kuliner nusantara dan juga mendukung upaya promosi pariwisata Indonesia.

Ariev menilai Indonesia memiliki potensi keberagaman kuliner tertinggi di dunia, karena telah dipengaruhi juga oleh ragam budaya lain mulai dari budaya China, Arab, India, Belanda, dan lainnya.

Selain itu, ia juga melihat mulai banyak ragam kuliner yang mulai punah karena tidak lagi diminati oleh para generasi penerus. Melalui situsnya, ia berharap untuk bisa mempopulerkan kembali kekayaan kuliner Indonesia yang tersembunyi dan mulai dilupakan tersebut.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mempertahankan keberlanjutan kuliner Indonesia,” ujar Ariev.

Merespon hal itu, Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengapresiasi kreativitas para vlogger dalam melestarikan pariwisata dan budaya Indonesia dengan cara yang unik, dan kembali mengingatkan para vlogger maupun audiens yang bercita-cita menjadi vlogger untuk selalu menerapkan tiga mantra protokol kesehatan, yakni memakai masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Saat sedang membuat vlog, vlogger membuat konten yang se-native mungkin untuk memperlihatkan keindahan Indonesia,” ujar Nia. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.