Kamis, 2 Februari 23

Politisi PKS Ini Pertanyakan Pernyataan Menteri BUMN yang Sebut Pertamina Jual Rugi BBM Pertamax

Politisi PKS Ini Pertanyakan Pernyataan Menteri BUMN yang Sebut Pertamina Jual Rugi BBM Pertamax
* Politisi Partai Keadilan Sejahtera yang juga anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. (Foto: Oji/nvl/dpr.go.id)

Obsessionnews.com – Pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyebut PT Pertamina (Persero) menjual rugi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 dipertanyakan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera yang juga Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. Ia mendesak pemerintah dapat membuka data Harga Pokok Produksi (HPP) bahan bakar produksi perusahaan pelat merah tersebut.

 

Baca juga:

FOTO Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat

Demo Penolakan Kenaikan BBM di Jakarta Berlangsung Aman dan Tertib

Kenaikan Harga BBM Beratkan Pelaku UMKM

 

“Bagaimana bisa badan usaha melakukan aksi jual rugi. Ini sama saja aksi bunuh diri bagi perusahaan,” kata Mulyanto sebagaimana dikutip dari situs resmi DPR, Selasa (13/9/2022).

Oleh karena itu Mulyanto mendesak Eric untuk membuka data HPP dan harga keekonomian BBM jenis Pertamax RON 92. Bila memang Pertamina jual rugi BBM jenis Pertamax RON 92, maka semua pihak yang terlibat perlu dimintai pertanggungjawaban.

“Apakah Menteri BUMN dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui aksi jual rugi ini? Kalau jawabnya ‘ya’, maka ini adalah kondisi yang aneh bin ajaib,” ujar Mulyanto.

Ia melanjutkan, bagaimana mungkin badan usaha akan tumbuh sehat kalau secara terencana dan legal dilakukan aksi jual rugi terhadap produk-produknya. Sebab hal itu sama saja Menteri BUMN menjerumuskan BUMN anak buahnya ke jurang kehancuran.

Terkait harga jual BBM jenis Pertamax RON 92, Mulyanto menilai harga jual jenis itu di Indonesia relatif mahal. Sebab dibandingkan dengan BBM non subsidi Petronas Malaysia RON 97 (dengan RON 5 tingkat di atas Pertamax RON 92) harganya hanya Rp14.190 per liter (4.2 RM).

Artinya BBM Petronas ini lebih murah sebesar Rp310 per liter daripada harga Pertamax RON 92 saat ini yang Rp14.500 per liter. Fakta tersebut menurut Mul, begitu ia biasa disapa, cukup menggelitik. Bahwa harga BBM non-subsidi Petronas dengan angka RON lima tingkat lebih tinggi, ternyata lebih murah sebesar Rp310 per liter dibandingkan dengan harga jual Pertamax RON 92.

“Dan semakin aneh bin ajaib lagi, kalau Menteri BUMN menyatakan, bahwa dengan harga jual sebesar itu pun Pertamax RON 92 masih dalam kondisi jual rugi,” ungkapnya

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan, harga keekonomian Pertamax RON 92 sesungguhnya adalah Rp 15.150 per liter. Kalau benar demikian, inefisensinya dipertanyakan dan Mulyanto mencurigai hal itu pekerjaan ‘mafia migas’ yang mana sebagian dari produk Pertamax diproses pada kilang di luar negeri. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.