Senin, 26 Oktober 20

Politisi PDIP Respons Santai Keberadaan KAMI

Politisi PDIP Respons Santai Keberadaan KAMI
* Politisi Partai PDIP, Maruar Sirait (Foto : Detik.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Politisi Partai PDIP, Maruar Sirait, menganggap deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) beberapa waktu yang lalu menganggap hal yang biasa dalam sebuah negara demokrasi. Pernyataan sikap melalui deklarasi dinilainya sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

Ara, panggilan akrabnya, menyatakan bahwa keberadaan KAMI sama sekali tidak akan mengganggu pemerintahan Jokowi. Pasalnya dukungan terhadap pemerintah yang sah ini begitu kuat baik di parlemen ataupun di masyarakat akar rumput. Dikatakannya KAMI seperti gerakan lainnya yang ada di masyarakat dan hal tersebut merupakan hak setiap warga negara menyampaikan pendapatnya di muka umum.

“Sah-sah saja bila ada kritik yang disampaikan secara objyktif. Misalnya memberikan masukan pada apa-apa yang kurang dari kebijakan pemerintah, serta di saat yang sama juga mengapresiasi kebijakan dan kinerja pemerintah yang baik dan benar,” kata Ara di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Tidak hanya KAMI, siapa pun dipersilahkan menggelar aksi serupa untuk mengkritisi kinerja pemerintahan ataupun lainnya selama memenuhi aturan dan tidak melakukan hal-hal anarkis ataupun yang menyebabkan kerugian bagi orang lain.

“Elemen-elemen masyarakat juga bisa menggelar demo di Monas, depan Istana dan di mana-mana dengan tenang,” kata Maruarar.

Justru keberadaan KAMI atau kelompok masyarakat lainnya dalam wadah apapun diperlukan untuk menjadi penyeimbang pemerintah. Sebab saat ini secara politis memang pemerintahan Jokowi tergolong kuat karena mayoritas partai masuk dalam koalisi pemerintahan.

“Bagus-bagus saja untuk check and balances. Pemerintah kan perlu check and balances juga. Jokowi demokratis kok, dan lahir dari proses yang demokratis,” kata Ara yang juga merupakan Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP).

Dia memahami bahwa kinerja pemerintah tidak mungkin sempurna 100 persen. Oleh sebab itu kritik yang membangun diperlukan untuk mengisi  kekurangan yang ada.

“Pendukung Jokowi yang kritis dan obyektif juga ada, dengan tetap loyal. Mari sama-sama menjadi pendukung dan oposisi yang baik bagi bangsa dan negara,” pungkas Ara. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.