Sabtu, 4 Juli 20

Polisi Bongkar Pegawai BNI yang Gelapkan Uang Nasabah Rp 58,95 Miliar

Polisi Bongkar Pegawai BNI yang Gelapkan Uang Nasabah Rp 58,95 Miliar
* Ilustrasi uang. (Foto: DDTCNews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Meiliana mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil mengungkap kasus penggelapan dana nasabah sebesar Rp58,95 miliar. Pihak BNI melaporkan kasus ini pada  Oktober 2019 dan langsung ditindaklanjuti polisi.

“BNI yang juga menjadi korban dalam kasus ini sangat mengharapkan penuntasannya agar proses pengembalian dana yang digelapkan para anggota sindikat pelaku dapat segera terealisasi secara penuh,” kata Meiliana dalam keterangan resminya, Senin (10/2/2020).

Kasus penggelapan dana nasabah BNI itu terjadi di Ambon. Penggelapan itu telah berdampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI. “Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya,” ujarnya.

Dia menuturkan kasus ini berhasil terungkap setelah ada hasil investigasi internal yang dilakukan oleh BNI pada 2019. Investigasi internal ini menyimpulkan adanya kejanggalan transaksi transfer dana yang tidak disertai oleh dana riilnya.

Transfer ini diduga dilakukan atas perintah salah satu tersangka dalam kasus ini, yaitu FY. Nilai transaksi transfer tanpa dana riil ini mencapai Rp 58,95 miliar dan dicatat sebagai kerugian yang berpotensi dialami BNI.

Bank terus bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengumpulkan sumber-sumber pengembalian dana yang akan memperkecil potensi kerugian tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengamankan harta benda para anggota sindikasi.

“BNI juga berharap dana masyarakat yang digelapkan oleh anggota sindikat dapat dikembalikan oleh para pelaku. BNI menegaskan bahwa dana nasabah tetap aman,” kata dia.

Menurut Meiliana, nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi di BNI. Peristiwa yang terjadi di Ambon merupakan perbuatan oknum dalam sebuah sindikat, sehingga tidak dapat mempengaruhi kondisi BNI secara umum.

“Nasabah dan masyarakat umum tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi dan menyimpan dananya di BNI,” ujar dia.

Menurutnya, ada beberapa faktor mengapa nasabah tidak perlu khawatir dengan BNI atas kejadian itu, pertama, operasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama Ambon.

Kedua, kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga dibuktikan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar.

“Dan ketiga, BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari 7 hari seminggu,” ujar Meiliana. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.