Rabu, 12 Agustus 20

Pimpinan KPK: Untuk Memanggil Hasto KPK Tak Perlu Ditantang

Pimpinan KPK: Untuk Memanggil Hasto KPK Tak Perlu Ditantang
* Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. (Foto: Humas DPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Suap yang menjerat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan diduga kuat melibatkan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto. Pasalnya orang dekat Hasto, Saeful Bahri, yang ikut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) mengakui uang suap untuk Wahyu berasal dari Hasto.

Publik pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut keterlibatan Hasto. Bahkan KPK ditantang untuk segera memanggil Hasto. Menanggapi itu, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, jika memang keterangan Hasto diperlukan pasti akan dipanggil penyidik.

“Nggak usah ditantang. Kalau memang ke depannya dirasa perlu dipanggil, ya dipanggil,” kata Nawawi saat dihubungi, Minggu (12/1/2020) malam.

Nawawi mengatakan saat ini penanganan kasus tersebut baru saja di mulai. Ia memastikan KPK serius mengusut kasus dugaan suap terhadap Wahyu Setiawan itu. “Tim masih terus bekerja. Ya sudah pasti serius kami pastikan, semua yang kami tangani dilakukan dengan tingkat keseriusan kerja,” ucapnya.

Menurutnya, KPK akan berkerja dengan silent namun serius. Ia menyebut hal itu agar tidak menimbulkan kegaduhan. Yang terpenting adalah hasilnya. “Kami ingin bekerja silent, nggak gaduh-gaduhan,” tuturnya.

Tantangan meminta KPK memanggil Hasto itu disampaikan oleh KPK ditantang pakar hukum dari Universitas Al Azhar Indonesia Supardji Ahmad. Ia menilai itu untuk menunjukkan keseriusan KPK dalam mengungkap kasus tersebut.

“Sudah menangkap tiga orang. Menetapkan empat orang tersangka, tetapi mau masuk ke gedung partai tertentu nggak bisa. Mau menemui orang di salah satu kantor tidak bisa. Jadi kalau ini hanya berhenti di sini saja, orang menjadi tidak percaya pada KPK. Itu artinya blunder,” kata Supardji dalam diskusi Polemik bertema ‘KPK UU Baru, Komisioner Baru, Gebrakan Baru’, di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

“Kecuali habis ini KPK secara sungguh-sungguh memanggil orang-orang, nama-nama yang tersebut dalam perkara tersebut. Misalnya yang paling banyak disebut adalah Sekjen DPP PDIP,” sambung dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.