Minggu, 7 Maret 21

Pimpinan DPR: Pemecatan Terawan Harus Ditinjau Ulang

Pimpinan DPR: Pemecatan Terawan Harus Ditinjau Ulang
* Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pimpinan DPR RI  tak sependapat dengan pemecatan sepihak yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kepada Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto. Oleh karena itu Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta Mahkamah Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk meninjau ulang pemecatan tersebut.

“Terawan seharusnya mendapat dukungan dan pernghargaan, bukan malah pemecatan. Saya pikir IDI perlu meninjau ulang pemecatan itu,” tegas Taufik di DPR, Jumat (6/4/2018).

Menurutnya, Terawan sudah memberikan banyak jasa dalam dunia pengobatan di Tanah Air. Banyak pasien penyakit stroke yang berhasil diselamatkan karena metodenya mengobati dengan cara “cuci otak”. Terawan mestinya mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

“Saya melihat, dr. Terawan ini kan telah mengembangkan inovasi pengobatan untuk pasien berpenyakit stroke. Tentunya, jika inovasi ini dapat membantu banyak pasien, dan bisa dikembangkan lebih baik lagi,” jelasnya.

Waketum DPP PAN itu menegaskan bahwa IDI harus segera menjelaskan pemecatan Terawan secara utuh. Termasuk juga memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk menjelaskan metodenya itu.

Menurutnya, hal yang terjadi kepada Terawan merupakan tindakan yang tidak mencerminkan keadilan, karena ada anak bangsa yang menemukan penemuan baru serta digunakan untuk kebaikan masyarakat, diperlakukan dengan tidak adil.

“Kita melihat bahwa hal ini merupakan punishment sepihak, sementara beliau adalah jenderal bintang dua. Maka masukan dari RSPAD dan korps TNI Angkatan Darat sangat diperlukan, karena banyak jasa yang sudah dijalankan dan dilakukan oleh dr Terawan dalam lingkungan kerjanya dan kepada masyarakat banyak,” saran Taufik.

Di sisi lain, ia menyoroti bocornya surat dari MKEK IDI terkait pemecatan dr. Terawan. Seharusnya, surat itu bersifat rahasia yang ditujukan kepada IDI dan yang bersangkutan. “Tentu ini harus ditelusuri siapa yang menyebarkan surat itu. Karena ini cukup memberi dampak negatif pada nama baik dr. Terawan,” tutup Taufik. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.