Selasa, 22 Oktober 19

Petinggi NasDem Sebut Kursi Ketua MPR Sahnya Milik Golkar, Bukan PKB

Petinggi NasDem Sebut Kursi Ketua MPR Sahnya Milik Golkar,  Bukan PKB
* Ilustrasi jabatan kursi Ketua MPR. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berambisi untuk bisa menduduki jabatan ketua MPR periode 2019-2024. Namun jika mengacu pada perolehan suara kursi di DPR, Golkar dianggap paling layak menduduki jabatan itu. Sebab, Golkar berada di posisi kedua.

Hal itu dikatakan, oleh Ketua DPP Partai Nasdem, Martin Manurung. “Kalau mau konsisten melihat hasil pemilu, karena pemenang pertama menjadi ketua DPR, maka posisi ketua MPR dari pemenang kedua. Itu pendapat saya,” ujar Martin saat dihubungi redaksi, Kamis (4/7).

Berdasarkan perolehan kursi hasil Pemilu 2019; PDIP (128 kursi), Partai Golkar (85 kursi), Partai Gerindra (78 kursi), Partai Nasdem (59 kursi), PKB (58 kursi), Partai Demokrat (54 kursi), PKS (50 kursi), PAN (44 kursi) dan PPP (19 kursi).

Pemilihan lima kursi pimpinan MPR masing-masing satu ketua dan empat wakil ketua diprediksi bakal berlangsung dinamis. Pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan sistem paket dengan komposisi empat orang dari fraksi di DPR dan satu orang dari kelompok DPD.

Sebab itu, terkait posisi Ketua MPR, NasDem mengaku tak mau ambil pusing karena ia merasa tak punya hak atas jabatan itu. Namun, kader NasDem disebut siap ditempatkan dimana saja.

“Kalau bicara soal kader, tentu Nasdem siap dengan kader yang pas untuk ketua MPR. Tapi, kami juga harus sadar bahwa Nasdem belum jadi pemenang kedua. Kecuali kalau partai-partai lain yang meminta,” ucap anggota DPR terpilih ini.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan Partai Golkar layak menduduki kursi ketua MPR. Sebab partai beringin tersebut adalah pemenang kedua Pemilu Legislatif 2019.

“Ya tentu yang adil Ketua DPR nomor satu, Ketua MPR-nya ya nomor dua. Itu yang adil, ya masa langsung tiba-tiba nomor 5, gimana cara itungannya,” kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (21/5/2019).

Politikus Golkar tersebut juga merasa puas dengan hasil yang diperoleh karena memenuhi target.

“Puas dibanding perkiraan semula, perkiraan semula kan semua survei bilang hanya delapan persen sembilan persen, ternyata 13-14 persen dari kursi, yang penting kan kursi bukan suara. Kalau Golkar menyebar, walaupun beda,” lanjut JK.

Adapun calon ketua MPR dari Golkar sembilan nama yang diajukan, yakni Zainudin Amali, Agun Gunanjar, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisyam, Ace Hasan Syadzily, Ferdiansyah, Aziz Syamsudin, Abdul Kahar Muzakir dan Markus Melchias Mekeng.

Dari sembilan nama itu, ada tiga kader Golkar yang dianggap paling bersih dari isu-isu korupsi, ketiga kader terbaik itu yakni Ridwan Hisjam, Ace Hasan Syadzily, Ferdiansyah. Ketiga politisi ini tidak pernah diperiksa atau bersinggungan dengan KPK. Meski sama-sama berpengalaman, Ridwan adalah politisi paling senior di Golkar. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.