Minggu, 27 November 22

Pesantren Nihadlul Qulub Gelar Pelatihan Sinematografi Dakwah Milenial

Pesantren Nihadlul Qulub Gelar Pelatihan Sinematografi Dakwah Milenial
* Pesantren Nihadlul Qulub yang berlokasi di Jl. Soka, Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengisi bulan suci Ramadan dengan pengajian milenial yang bertema "Pelatihan Sinematografi Dakwah Milenial". (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com – Bukan kitab kuning, Pesantren Nihadlul Qulub yang berlokasi di Jl. Soka, Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, memilih mengisi bulan suci Ramadan dengan pengajian milenial. Pesantren ini melatih kaum milenial terkait metodologi dakwah di era kekinian. Kegiatan ini digelar pada 6-15 April 2022.

 

Baca juga:

50% Investor Welma Didominasi Generasi Milenial

2021 Angka Kasus AIDS di Kebumen Tertinggi di Jateng, Banyak dari Milenial

 

 

Mengangkat tema “Pelatihan Sinematografi Dakwah Milenial” pesantren ini melatih para santri yang concern di bidang medsos dan digital. Tujuannya agar mereka memiliki skill yang makin mumpuni di dunia dakwah, tidak hanya terkait materi pengetahuannya, namun juga metodologi dakwah dan persebarannya.

“Kami fokus melatih kader untuk dapat mengartikulasikan pesan-pesan kiainya melalui medsos dan digital dalam rangka persebaran nilai-nilai Islam secara lebih luas sesuai kondisi zamannya,” terang Pengasuh Pesantren Nihadlul Qulut, Ustadz Ali Sobirin, di Moga, dikutip dari siaran pers, Jumat (8/4/2022).

Diharapkan sepulang pelatihan para santri utusan pondok pesantren ini dapat melakukan kegiatan dakwah melalui media sosial, mulai dari memproduksi wejangan atau nasehat kiai/nyainya, qaul ulama, sampai hadits ataupun shirah nabawiyyah dan ayat-ayat Qur’an.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Ali ini, pelatihan melibatkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidangnya. Misalnya Salamun Ali Mafaz, sineas muda pengarang novel best seller Mekah I’m Coming yang novelnya itu sudah naik ke layar lebar. Desain grafis diisi oleh Hendri Lisdian, Ketua Lakpesdam PCNU Kota Tegal yang memang seorang disainer grafis. Materi editing video dimentori Wahyu Gitara, pengurus LTN PCNU Kab. Tegal yang sudah malang melintang di bidang video periklanan.

“Ada juga Kendi Setiawan, seorang jurnalis nasional dan seni peran, yang memandu peserta via daring. Narasumber lainnya adalah Andi, seorang pelaku SEO (search engine optimation) dan Facebook Ads untuk materi strategi perluasan konten,” ujarnya.

Selain materi teknikal, lanjut Ali, para santei juga mendapat materi pembekalan spiritual dalam bentuk mujahadah yang digelar setelah Salat Asar dengan zikir istighatsah dan Waqi’ahan untuk fokus jalbur rizq (menarik rizki). Diadakan juga pembacaan Salawat Jibril, setelah Salat Maghrib.

Ada juga materi khusus dalam hal pembenahan karakter. Yaitu, dengan pendekatan Teknologi Ruh yang digelar selepas jamaah Tarawih. Materi ini disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Nihadlul Qulub, Ali Sobirin, yang juga peramu buku tersebut. Adapun setelah Subuh, dilakukan kegiatan tadarusan.

Pelatihan ini diikuti oleh para remaja dari pondok pesantren, SMP, SMA, SMK dari Tegal dan Pemalang, dan beberapa mahasiswa. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.