Selasa, 28 September 21

Pesan SBY dan Sindiran AHY Dalam Perayaan HUT ke-20 Demokrat

Pesan SBY dan Sindiran AHY Dalam Perayaan HUT ke-20 Demokrat
* Partai Demokrat rayakan HUT ke-20. (Foto: Balinews)

Jakarta, Obsessionnews.com — Partai Demokrat merayakan HUT ke-20. Demokrat melaksanakannya secara sederhana dan terbatas di Jakarta Convention Centre (JCC), yang juga diikuti secara virtual oleh lebih dari 10.000 kader Partai Demokrat di seluruh Tanah Air.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono sampaikan harapan dan pesannya terhadap seluruh kader Partai Demokrat yang hadir. Setidaknya ada 4 pesan yang disampaikan SBY. 

“Ada sejumlah harapan dari saya untuk para kader Partai Demokrat yang sangat saya cintai dan saya banggakan,” kata SBY dalam video yang ditampilkan dalam acara HUT Demokrat ke-20, Kamis (9/9/2021). 

Pertama pesan yang disampaikan SBY yakni hukumnya para pemimpin dan kader Demokrat dekat dengan rakyat. SBY minta  persoalan dan kesulitan rakyat, dan aspirasi untuk didengarkan. 

“Yang kedua, para pemimpin dan kader Demokrat juga harus sensitif, peka, peduli pada keadilan, pada kebebasan, pada ekonomi yang adil dan ramah lingkungan, dan yang keempat pada bangsa, pada hadirnya masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu,” ungkapnya. 

“Tidak ada yang disebut dengan konflik identitas, we are one, kita hormati pluralisme. Itulah nilai dan jati diri Partai Demokrat,” sambungnya. 

Kemudian yang ketiga, SBY berpesan Demokrat harus berdiri di depan sebagai penjuru, sebagai champions of democracy. 

“Namanya pun Partai Demokrat, mengapa dulu saya pilih nama Partai Demokrat karena dalam hati dan pikiran saya Partai Demokrat benar-benar menjalankan demokrasi yang sesungguhnya dan juga menjadi champions of democracy tadi,” tuturnya. 

Lebih lanjut, pesan yang terakhir SBY menyampaikan, harapannya agar Partai Demokrat tetap menjadi partai politik yang konsisten, jangan memiliki standar ganda, double standard.

“Contohnya baik ketika demokrat berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan harus tetap menghormati demokrasi, menghormati hak-hak asasi manusia, memperjuangkan kepentingan rakyat utamanya golongan tidak mampu, membikin ekonomi adil,” kata dia. 

“Itu saja 4 pesan dan harapan saya, saya yakin dengan izin Allah SWT Tuhan Yang Mahakuasa, Partai Demokrat akan tumbuh menjadi partai yang maju, partai yg berjaya, partai yang sangat mencintai rakyat,” sambungnya. 

Di tengah perayaan HUT ke-20 Tahun Partai Demokrat, Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung kembali soal pratik salah satunya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) yang menyelimuti perebutan kekuasaan dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader yang telah bergerak secara cepat untuk mengambil keputusan melawan gerakan upaya kudeta yang dilakukan para pihak eksternal tersebut.

“Apa yang kita hadapi di awal tahun ini. Ancaman terhadap kedaulatan eksistensi dan kehormatan Partai Demokrat saya ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader partai Demokrat di manapun berada,” katanya saat sambutan.

Walaupun sudah berhasil mematahkan gerakan tersebut, namun AHY tetap mengingatkan kepada seluruh kadernya untuk tetap waspada dan mengawal kasus konflik terkait GPKPD dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

“Saya ingatkan perjuangan belum selesai mereka masih berupaya untuk merampas apa yang kita miliki. Dan kita perjuangkan selama ini kita ikuti, kita kawal, kita awasi, kita berharap hukum dan keadilan di negeri ini. Tetapi sekali lagi semua itu perlu kita perjuangkan bersama,” imbuhnya.

“Ajaklah masyarakat sekitar kita juga untuk memonitor itu. Mengapa, karena kalau kita dikalahkan dengan cara-cara yang tidak benar dan sulit tadi. Maka sebenarnya Demokrasi akan redup dan mati di negeri kita,” lanjutnya.

Selain dalam sambutan, AHY juga sempat menjelaskan soal GPKPD yang disampaikan pada video testimoni sebelumnya kalau gerakan tersebut tidaklah disangka-sangka.

“Saya menerima laporan dari pesan singkat langsung dari salah satu ketua DPC, yang mengaku dijebak untuk bertemu dengan KSP Moeldoko membicarakan rencana gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat atau GPKPD secara inskonstitusional. Kami langsung bergerak cepat,” ujarnya.

Dengan kejadian yang sempat menimpa Kepemimpinan AHY di awal tahun 2021. Dia mengingatkan bahwa kejadian perebutan kekuasaan tersebut harus diwaspadai seluruh pihak, karena hak itu bisa saja dialami partai politik maupun organisasi lain.

“Kita tidak gentar, tidak gentar sama sekali tapi kita berharap hukum dan keadilan tetap tegak di negri ini. Saya mengajak seluruh pengurus dan kader serta masyarakat luas untuk mengawal terus penyelesaian ini. Jangan kasih kendor,” tegasnya.

Ucapan Selamat Elit Parpol

Sejumlah elite partai politik (parpol) di parlemen ikut memberikan ucapan selamat dan menyampaikan harapannya pada perayaan 20 Tahun Partai Demokrat. Hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saja yang tidak ada.

Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI pun tak nampak dalam video yang diputar pada acara ‘Peringatan Dua Dekade Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Awalnya, ucapan ulang tahun disampaikan Ketua Umum (Ketum) Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana, Ketum PSI Grace Natalie, Dubes Singapura Anil Kumar, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Gubernur Maluku Murad Ismail, Gubernur NTB Zulkieflimasyah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Lalu, dilanjutkan oleh para ketum dan sekretaris jenderal (Sekjen) partai di parlemen. Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate.

Disambung Menko Polhukam Mahfud MD, Ketua DPD RI AA LaNyalla Matalitti, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan disambung mantan Wapres RI Jusuf Kalla, bukan Ketua DPR RI Puan Maharani. Terakhir, Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin dan Presiden Jokowi.

Dalam sambutannya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mendoakan agar di usia ke-20 Partai Demokrat terus memberikan kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memberi kontirbusi dalam kehidupan poilitik dan demokrasi yang dicintai.

“Kami berdoa mudah-mudahan presiden keenam, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT. Kepada ketum bapak AHY, kami berharap agar tetap diberi kekuatan dan kesehatan oleh Allah SWT dalam meimpin Partai Demokrat,” ucapnya.

Kemudian, Ketum PAN Zukilfli Hasan mengucapkan selamat dan sukses untuk ulang tahun Partai Demokrat yang ke-20, semoga di usia ini Demokrat terus konsisten mengawal demokrasi, berjuang untuk pentingan rakyat, NKRI, sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita, bersama membawa bangsa ini menjadi lebih baik, lebih maju. Kepentingan bangsa dan negara selalu yang terdepan,” kata Zulhas.

Kemudian, Ketum Golkar Airlangga Hartarto berharap, dua dekade keberadaan Partai Demokrat dalam politik di Tanah Air, harus menjadi penyelamat sekaligus pendorong dalam keikutsertaan Partai Demokrat untuk terus berkarya bagi rakyat, bangsa dan NKRI. Serta terus berupaya mewujudkan cita-cita nasional bangsa.

Sementara itu, mantan Wapres RI Jusuf Kalla (JK) menyampaikan, selama 20 tahun Partai Demokrat telah mengabdi untuk bangsa, khususnya bagi dirinya, ia tentu ingin menyampaikan terima kasih, karena dukungan Demokrat ia bisa menjadi wapres RI pada tahun 2004.

“Mudah-mudahan harapan ke depan Partai Demokrat lebih tinggi pengabdiannya untuk bangsa, negara, dan masyarakat,” harapnya.

Kemudian Wapres Maruf Amin berharap, Partai Demokrat dapat terus menjalankan amanat rakyat, bangsa dan negara dalam mengawal dan memajukan Indonesia sebagai negara demokrasi yang maju dalam bingkai NKRI.

Ia pun memberikan apresiasi atas kiprah Demokrat yang selama lebih dari 20 tahun menjalankan perannya sebagai pengawal reformasi dan telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari konsolidasi demokrasi dan kemajuan pembangunan di Indonesia.

“Oleh karena itu, kiranya Partai Demokrat sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia tetap mengutamakan kepentingan rakyat, mewujudkan partisipasi politik yang luas dan, inklusif, mengawal persatuan dan kesatuan nasional, serta menumbukan kehidupan demokrasi yang lebih baik,” ucapnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.