Jumat, 5 Juni 20

Peruri Kembangkan Big Data Berbasis Blockchain

Peruri Kembangkan Big Data Berbasis Blockchain
* Zoom!nar kembali digelar dengan menggandeng Peruri sebagai BUMN Penyelenggara Sertifikasi Elektronik. (Foto: dok Peruri)

Jakarta, Obsessionnews.com – Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) siap membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Institut Pertanian Bogor adalah mengembangkan big data berbasis Blockchain.

“Apa yang kami lakukan hari ini melalui produk sertifikat digital dan tanda tangan digital, adalah contoh nyata bagaimana teknologi digital yang kami miliki dapat membantu masyarakat dan dunia usaha menjalankan kegiatan usahanya ditengah wabah yang melanda,” kata Dwina Septiana Wijaya, Direktur Utama Peruri melalui siaran pers, Sabtu (16/5/2020).

Sebagai BUMN yang bergerak dalam bisnis percetakan sekuriti dan penjamin keaslian (dokumen) sejak awal berdirinya pada 1971, Peruri akan terus hadir dengan teknologi terkini dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.

“Penerapan teknologi blockchain yang terjamin keaslian data dan dokumennya seperti yang disampaikan Prof. Arif Satria adalah satu hal yang menjadi spesialisasi Peruri dan pasti bisa kami bantu dalam pengembangan industri perikanan dan hasil laut nasional,” pungkas Dwina.

Arif Satria, selaku Rektor IPB menekankan pentingnya pemerintah untuk membantu akses pasar melalui penyediaan data terpadu berbasis blockchain.

“Kendala logistik harus segera terpecahkan agar distribusi produk tidak tersendat. Penyerapan produk perikanan dan penyelesaian masalah logistik perlu mulai secara serius dilakukan dengan basis teknologi blockchain,” imbau Satria.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo menegaskan sesungguhnya sektor perikanan tidak terlalu terimbas seperti sektor-sektor ekonomi lain di masa pandemi Covid-19 ini.

“Bersama aparat terkait, KKP harus terus lanjut menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Potensi perikanan Indonesia sangat berlimpah, nelayan kita harus menjadi tuan rumah di negara nya sendiri,” tegas Nilanto.

“Utamanya di masa pandemi ini, saya berharap pemerintah provinsi dapat turut aktif bermitra dengan pemerintah pusat untuk pengembangan dan pemanfaatan sektor perikanan,” tambah Nilanto.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel menjelaskan bahwa potensi ekonomi maritim Indonesia diperkirakan senilai 1,33 juta US dollar mengingat 2/3 luas wilayah Indonesia adalah lautan dengan garis pantai terpanjang ke 2 di dunia.

“Masa pandemi ini menyadarkan kita semua untuk dapat memperkuat landasan ekonomi negara. Seluruh unsur mulai dari pemerintah, universitas, swasta, komunitas dan rakyat (pentahelix) harus bersatu memperbaiki grand design yang untuk memberikan nilai tambah, utamanya pada sektor pertanian dan perikanan, demi tercapainya ketahanan pangan nasional yang solid,” jelas Rachmat.

“Menghadapi masa seperti mau tidak mau kita harus siap. Kita harus mampu menjadikan kesulitan yang dihadapi ini menjadi peluang. Saran saya kepada pemerintah adalah menyederhanakan birokrasi perizinan investasi, mempermudah akses pendanaan kepada nelayan yang mayoritas adalah pengusaha mikro serta kecil menegah dan pemberdayaan koperasi yang maksimal,” tegas Rachmat Gobel. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.