Minggu, 15 Desember 19

Pertemuan AHY dengan Jokowi Bukan Politik Rekonsiliatif Koalisi Prabowo

Pertemuan AHY dengan Jokowi Bukan Politik Rekonsiliatif Koalisi Prabowo
* Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti)

Jakarta, Obsessionnews.com – Langkah-langkah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Presiden RI Jokowi pasca pemungutan suara 17 April 2019 lalu, lebaran pertama ke istana, tidak lagi bisa dibaca sekedar langkah rekonsiliasi politik. Langkah-langkah itu sebaiknya dibaca dalam langkah konsolidasi politik Partai Demokrat (PD) pasca pilpres.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, ada beberapa faktor untuk membaca langkah-langkah tersebut. Yang pertama posisi PD di koalisi bukanlah partai yang menentukan.

“Sejauh yang kita lihat, posisi PD di dalam koalisi memang seperti ada dan tiada,” ujar Ray dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/6/2019).

Oleh karena itu, pertemuan berulang AHY dengan Jokowi tidak mewakili politik rekonsiliatif koalisi Prabowo dengan koalisi Jokowi.

“Faktanya memang, berbagai langkah itu malah dikritik oleh partai koalisi Prabowo,” ucap aktivis itu.

Lalu yang kedua, memang ada komunikasi politik antara Megawati dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selama ini dikenal mandeg. Tapi kedua tokoh ini menyadari bahwa persoalan personal mereka memang tidak boleh menghambat dinamika politik yang lebih besar bagi kedua pihak.

“Apalagi dalam situasi yang saling menguatkan dan pelaku utamanya bukanlah mereka berdua tapi masuk ke generasi berikutnya,” ungkap Pendiri Lima ini.

Dalam rangka inilah, lanjut Ray, kemampuan keduanya menahan ego personal memungkinkan langkah AHY dan Jokowi tidak mendapat sandungan.

Yang ketiga, Khusus AHY nampaknya ada perubahan strategi politik yang drastis. “Dari menunggu ke mendatangi, dari biasanya pasif ke aktif, saya kira hal ini terjadi tidak lepas dari evaluasi internal pihak SBY,” ujarnya.

Menurut Ray, belajar dari berbagai pengalaman terlambat secara politik dalam beberapa kasus terakhir, mengakibatkan strategi politik harus dirubah. Bila selama ini lebih banyak menunggu, saatnya langsung menjemput.

“Dan strategi terlihat jauh lebih ampuh dan sesuai dengan usia AHY,” ungkapnya.

Oleh karena itu, AHY nampaknya tak lagi bersikap menunggu diujung, tapi jika perlu menjenput, terlibat dari awal dan bahkan dapat menginisiasi.

“Dalam pertimbangan itulah, maka saya melihat seluruh langkah AHY ataupun SBY pasca pencoblosan adalah langkah taktis untuk konsolidasi posisi AHY dan umumnya posisi PD,” pungkas Ray. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.