Jumat, 29 Mei 20

Permudah Transaksi Bisnis di Tengah Covid-19, Bank Mandiri Buka Layanan Ini

Permudah Transaksi Bisnis di Tengah Covid-19, Bank Mandiri Buka Layanan Ini
* Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: Minews.id)

Jakarta, Obsessionnews.con — Bank Mandiri memberikan keleluasaan bagi nasabah yang ingin bertransaksi melalui Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Cash Management (MCM) dan Mandiri Smart Account (MSA). Langkah itu sebagai salah satu upaya Bank Mandiri dalam mendukung imbauan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

MIB merupakan layanan e-banking untuk melakukan transaksi finansial dan nonfinansial yang diperuntukkan bagi nasabah bisnis dari segmen perorangan dan perusahaan, khususnya untuk kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Melalui MIB, nasabah bisa mengatur transaksi keuangan perusahaan dengan mudah. Bank Mandiri memberi keleluasaan dengan menaikkan limit transfer ke bank lain secara online dari Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta. Untuk SKN bahkan bisa sampai Rp 1 miliar serta pembayaran tagihan hingga Rp 200 juta.

“Relaksasi ini menjadi bagian dari kampanye #dirumahaja yang terus kami lakukan agar dapat menekan penyebaran COVID-19. Harapannya, pelonggaran ini juga akan berdampak pada aktivitas ekonomi nasabah individu ataupun retail sehingga dapat terus menggerakkan perekonomian nasional,” kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Hery Gunardi dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2020).

Selain itu, menggunakan MIB juga sangat hemat dan menguntungkan, karena nasabah tidak dikenakan biaya bulanan dan limit transaksi yang tidak terbatas.

Sementara itu, pengguna MCM memiliki keleluasaan menentukan limit transaksi sesuai kebutuhan bisnis perusahaan cukup dengan mengakses ke fitur setting limit di aplikasi MCM. MCM merupakan solusi perbankan elektronik bagi segmen perusahaan yang dapat memudahkan pemantauan aktivitas dana masuk (collection), dana keluar (payment), dan likuiditas rekening kelolaan secara real-time online.

Sedangkan untuk keamanan, nasabah tak perlu khawatir karena aplikasi MIB dilengkapi dengan sistem keamanan SSL. Untuk masuk ke dalam layanan MIB, nasabah diminta untuk mengisi Company ID, User ID dan password. Untuk bertransaksi nasabah akan diminta menggunakan token.

“Dalam kondisi pandemi COVID-19 di mana individu dituntut tetap produktif dalam bekerja dari rumah seperti saat ini, terutama dalam operasional dan pengelolaan keuangan, MCM akan sangat membantu nasabah perusahaan karena dapat diakses dari manapun dan kapanpun, serta ditunjang fitur-fitur yang dibutuhkan nasabah,” ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan.

Dia menambahkan, saat ini MCM telah memiliki fitur-fitur andal seperti layanan transfer domestik dan internasional, pembayaran tagihan, monitoring aktivitas transaksi serta otorisasi bertingkat yang dilengkapi dengan teknologi keamanan terkini.

“Dengan berbagai keunggulan tersebut, MCM semakin diminati para pelaku usaha. Hal ini terlihat dari jumlah pengguna yang terus bertambah hingga mencapai 450 ribu perusahaan sejalan dengan pertumbuhan nilai transaksi sebesar Rp 1.303 triliun atau naik 16 % dari periode yang sama tahun lalu yaitu Februari 2019,” Imbuhnya.

Ia juga mengatakan dengan layanan MCM, akan meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi waktu karena proses transaksi perbankan secara real time online. Keamanannya pun terjamin karena proses pembuatan dan otorisasi transaksi dilakukan secara berjenjang.

Lalu penyimpanan data di MCM juga secara elektronik. Artinya akan memberi kemudahan dalam pemantauan dan pengarsipan data finansial.

“Meski kondisi dunia usaha global dan domestik saat ini tertekan oleh dampak finansial akibat pandemi COVID-19, kami optimis solusi cash management Bank Mandiri salah satunya seperti MCM tetap menjadi pilihan utama nasabah wholesale untuk membantu pengelolaan keuangan,” pungkasnya.

Di sisi lain, nasabah korporasi juga dapat melakukan perampingan kepemilikan rekening dengan mudah melalui konsep budgeting atau alokasi dana operasional berbasis virtual account dalam rangka optimalisasi likuiditas dan return dana perusahaan melalui solusi Mandiri Smart Account (MSA).

Kontrol likuiditas merupakan hal penting yang menunjang kestabilan keuangan perusahaan di samping kemudahan transaksi. Sentralisasi dana dengan perampingan jumlah rekening akan menjadi faktor pendorong utama perusahaan dalam menciptakan tata kelola yang efisien dan akurat melalui kombinasi solusi MCM dan MSA.

Layanan MCM dan MSA cocok untuk perusahaan dengan kebutuhan solusi transaksi keuangan serta struktur rekening operasional yang kompleks dan besar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan MIB & MCM, Anda dapat menghubungi Mandiri Call 14000 atau mengunjungi website Bank Mandiri dengan cara klik di sini. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.