Sabtu, 23 Oktober 21

Perkuat BUMN di Sektor Pelabuhan, Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo

Perkuat BUMN di Sektor Pelabuhan, Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan penggabungan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV menjadi PT Pelindo di Nusa Tenggara Timur pada Kamis (14/10/2021). (Foto: tangkapan layer dari YouTube)

Jakarta, obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Nusa Tenggara Timur pada Kamis (14/10/2021). Kunjungan Jokowi ke NTT hari ini untuk meresmikan penggabungan Pelindo dan sejumlah infrastruktur seperti Terminal Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, dan penataan kawasan Pucak Waringin, serta Goa Batu.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, pada siang hari ini saya resmikan penggabungan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV menjadi PT Pelindo dan kita resmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo,” kata Jokowi dikutip dari YouTube Pelindo dalam acara Peresmian Penggabungan Pellindo dan Terminal Multifungsi Wae Kelambu, Kamis (14/10).

Dengan penggabungan empat perusahaan Pelindo ini, lanjut Jokowi, akan memperkuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pelabuhan itu, sehingga pelayanan logistik akan semakin baik, murah, cepat dan selanjutnya akan meningkatkan daya saing Indonesia.

“Apa yang ingin kita harapkan dari sini, pertama biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya daya saing kita, competitiveness kita bisa lebih baik,” ucap Jokowi.

Yang kedua, Presiden juga meminta agar BUMN Pelindo hasil penggabungan untuk mencari mitra perusahaan pelabuhan yang memiliki jaringan luas. hal itu agar barang-barang Indonesia dapat meningkatkan penetrasi untuk masuk ke rantai pasok global.

“Artinya? Produk barang kita bisa jelajah ke mana-mana, masuk supply chain global,” ucap Jokowi.

Jokowi juga mengapresiasi kinerja Kementerian BUMN yang telah menggabungkan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV menjadi PT Pelindo, serta jajarannya yang sudah bekerja cukup baik.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh menteri BUMN dan jajarannya,” katanya.

Dengan penggabungan ini akan menjadi kekuatan yang sangat besar di sector pelabuhan. “Ini akan menjadi sebuah kekuatan yang besar, tadi sudah disampaikan akan masuk ke 8 besar dunia. Inilah yang kita harapkan,” ungkapnya.

Dengan begitu, nantinya perusahaan-perusahaan yang lain akan seperti itu. “Jangan sampai yang kecil-kecil (perusahaan) bertebaran sehingga kekuatannya menjadi minim, baik dari sisi keuangan, juga modal. Kalau bergabung seperti ini,  kekuatannya akan menjadi gede (besar),” tegas Jokowi.

Seperti diketahui, melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden bersama rombongan terbatas lepas landas menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Kamis (14/10) pagi.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Presiden akan menuju Kabupaten Manggarai Barat untuk meresmikan penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo.

Setelah itu Presiden akan menuju Puncak Waringin, Kabupaten Manggarai Barat untuk meresmikan penataan Kawasan Pucak Waringin, penataan Kawasan Goa Batu Cermin, dan peningkatan delapan ruas jalan di Labuan Bajo.

Pada sore harinya, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dijadwalkan menuju Bandar Udara Internasional Komodo, untuk lepas landas kembali ke Jakarta.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam penerbangan menuju ke Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin.

Adapun, BUMN pelabuhan Pelindo atau PT Pelabuhan Indonesia, sebelumnya terdiri dari Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia III, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV.

Ketiga BUMN sektor pelabuhan itu melebur ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II sebagai surviving entity.

Penggabungan Pelindo itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang telah ditandatangani Presiden Jokowi pada 1 Oktober 2021. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.