Jumat, 22 November 19

Perang Dingin, Huawei vs Amerika

Perang Dingin, Huawei vs Amerika
* Ren Zhengfei adalah pebisnis terkaya di Cina. (BBC)

Cina vs Amerika Serikat (AS). Ternyata, tidak hanya ‘perang’ di bidang ekonomi dan politik, Cina vs AS juga melanda industri teknolgi. Telah terjadi perang dingin alias ketegangan antara perusahaan teknologi Cina, Huawei dengan Departemen Kehakiman AS.

Lembaga negara AS tersebut telah melayangkan tuntutan pidana terhadap Huawei. AS menuduh Huawei melakukan penipuan terhadap bank, mengganggu proses penegakan hukum, dan pencurian teknologi. Kasus ini dapat meningkatkan ketegangan antara Cina dan AS dan menghambat ekspansi bisnis Huawei secara global.

Pihak Cina tidak tinggal diam, justru balik melawan. Pendiri Huawei, Ren Zhengfei menegaskan, AS tidak bisa menghancurkan perusahaan yang dibangunnya. Ia pun menuduh penangkapan putrinya, Meng Wanzhou, yang merupakan direktur keuangan Huawei oleh pihak AS adalah bermotif politik.

Perempuan tersebut disasar AS atas berbagai tuduhan pidana, termasuk pencucian uang, penipuan bank, dan pencurian rahasia dagang. Meng dan pihak manajemen Huawei sudah membantah tuduhan itu. Dalam wawancara pertamanya yang ditayangkan secara internasional sejak putrinya ditahan, Ren menepis tekanan AS. “Amerika Serikat tidak bisa menghancurkan kami,” tantangnya seperti dilansir bbc.com, Selasa (19/2/2019).

“Dunia tidak bisa meninggalkan kami karena kami lebih maju. Kalaupun mereka membujuk negara-negara lain untuk sementara tidak menggunakan kami, kami bisa sedikit memperlambat laju,” sambungnya.

Bagaimanapun, pihak Huawei mengakui potensi yang ditimbulkan dari tekanan AS. “Kalaupun mereka membujuk lebih banyak negara untuk sementara tidak menggunakan kami, kami selalu bisa mengecilkan ukuran dan menjadi lebih kecil,” kata Ren.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, memperingatkan sekutu-sekutu AS untuk tidak memakai teknologi Huawei, disertai ancaman bahwa akan sulit bagi Washington untuk “bermitra berdampingan dengan mereka”.

Australia, Selandia Baru, dan AS telah melarang atau memblokir Huawei sehingga perusahaan itu tidak bisa memasok peranti atau jaringan seluler 5G. Adapun Kanada tegah meninjau dugaan ancaman keamaan yang ditimbulkan produk-produk Huawei.

Ren mengomentari langkah negara-negara tersebut dengan kalimat puitis. “Jika lampu mati di Barat, Timur akan tetap benderang. Dan jika Utara gelap, masih ada Selatan. Amerika tidak sama dengan dunia. Amerika hanya mewakili sebagian dunia,” tandas pendiri Huawei. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.