Rabu, 25 Mei 22

Penyiar Radio Berperan Strategis dalam Penguatan Moderasi Beragama

Penyiar Radio Berperan Strategis dalam Penguatan Moderasi Beragama
* Pembinaan penyiar radio di Aceh. (Foto: kemenag.go.id)

Banda Aceh, obsessionnews.com – Kementerian Agama (Kemenag) mengajak penyiar radio ikut aktif dalam menyampaikan pesan moderasi beragama. Ajakan ini dikemas dalam Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam yang digelar di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

 

 

Baca juga:

Wamenag Berharap Mahasiswa Harus Jadi Katalisator dan Dinamisator Moderasi Beragama

Wamenag Sebut Revitalisasi KUA untuk Penguatan Moderasi Beragama

Serius dalam Penguatan Moderasi Beragama

 

 

Kegiatan  ini diikuti puluhan penyiar radio perwakilan kabupaten/kota di Aceh dan berlangsung tiga hari, 29 September sampai 1 Oktober 2021.

Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag Syamsul Bahri menilai penyiar memiliki peran strategis dalam penguatan moderasi beragama. Penyiar adalah pemilik jiwa yang mulia yang menyiarkan misi-misi mulia syiar Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Semoga para penyiar selalu diberikan kekuatan dan ketegaran dalam menjalankan misi mulia ini, karena independensinya dalam menebar berita adalah amal jariyah hingga berganti generasi,” ungkapnya di Banda Aceh, Rabu (29/9).

Dikutip dari situs Kemenag, Kamis (30/9), dalam kesempatan itu hal senada disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh Iqbal. Dia mengatakan, penyiar merupakan tugas mulia. Penyiar dapat menyiarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat luas.

“Dengar tidak didengar, bapak tetap menyiarkan, dan tetap yakin ada yang mendengar, apalagi yang disampaikan hal-hal yang positif,” kata Iqbal. “Kebaikan didengar atau tidak didengar harus tetap kita suarakan.

Ia berharap peserta fokus dalam mengikuti kegiatan, sehingga penyiaran pesan moderasi beragama melalui radio dapat ditingkatkan.

Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Kementerian Agama Sayid Alwi Fahmi mengatakan, penyiar adalah rekan pemerintah dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan strategis kepada masyarakat.

“Penyiar menyampaikan syiar agama dalam segala hal yang berhubungan dengan pemahaman nilai-nilai keagamaan. Penyiar diharapkan akan lebih bisa berkreasi dalam menyampaikan hal yang berkaitan dengan moderasi beragama,” tuturnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.