Senin, 26 September 22

Penyakit Malaria di Papua Masih Mengkhawatirkan

Penyakit Malaria di Papua Masih Mengkhawatirkan

Timika, Obsessionnews – Sebaran penyakit malaria di Kabupaten Mimika, Papua masih mengkhawatirkan, karena itu pemerintah daerah diminta lebih berperan aktif.

Selama ini kegiatan pencegahan lebih banyak dilakukan oleh Malaria Center, sebuah lembaga bentukan dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) bekerjasama dengan PT Freeport dan Dinas Kesehatan.

“Suatu saat kerjasama LPMAK dan PT Freeport akan berakhir, maka pemerintah kami harap lebih aktif lagi ke depan,” ujar Kepala Bagian Kesehatan Masyarakat LPMAK, Hengky Womsiwor kepada wartawan di Timika, Kamis (19/3/2015).

Hengky mengakui salah satu kendala besar yang dialami Malaria Center adalah kurangnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Dana sebesar Rp 2,3 miliar yang digunakan dari kas perusahaannya tidak mencukupi untuk mendukung kegiatan operasinal.

“Paling kurang itu kami membutuhkan Rp 6 – 7 miliar per tahun karena kita melihat sendiri bagaimana masalah ini terjadi (malaria),” katanya.

Dia menjelaskan Papua secara umum dan spesifik di Timika merupakan daerah endemis malaria. Apabila tidak dilakukan pencegahan secara rutin maka suatu ketika bisa menambah populasi malaria.

“Kasus sebelumnya memang cukup tinggi tapi sekarang sudah mulai menurun setelah kita membentuk Malaria Center,” tutur dia.

Malaria Center terbentuk barawal dari adanya rasa keprihatinan bersama. Ketika itu banyak orang terserang penyakit malaria. Sehingga mereka harus menyatukan diri dalam satu lembaga supaya bersama-sama melakukan kegiatan pencegahan.

“Kalau kita awalnya tiap hari melakukan penyemprotan di areal dalam kota Timika, sedangkan Freeport juga sendiri maka kami satukan ke sini,” ucap Hengky.

Kegiatan pencegahan itu mulai dari melakukan pengendalian fektor nyamuk berupa penyemprotan dinding rumah, pembersihan drainage lingkungan, distribusi dan pemasangan kelambun serta melakukan pengobatan terhadap masyarakat dan melakukan penyuluhan kesehatan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.