Selasa, 28 September 21

Pengakuan ABK dan Kapten Kapal Jadi Bukti Australia Terlibat Penyelundupan Imigran

Pengakuan ABK dan Kapten Kapal Jadi Bukti Australia Terlibat Penyelundupan Imigran

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah Australia hingga kini belum mengakui keterlibatan mereka dalam penyelundupan imigran gelap ke Indonesia. Dalam surat yang diterima dari Menlu Australia Julie Bishop, Australia tidak menjawab pernyataan apa yang menjadi keberatan pemerintah Indonesia.

“Saya kira Kemlu sudah menyampaikan statemen bahwa Dubes Ausie sudah bertemu dengan saya dan menyampaikan surat dari Menlu Julie Bishop, dan sudah saya baca. Pada intinya tidak menjelaskan dan menjawab secara langsung pertanyaan dari kita,” ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/6/2015).

Retno mengatakan dari hasil investigasi yang dilakukan pihak kepolisian RI menemukan bukti adanya penyuapan oleh otoritas Australia. Bukti tersebut berupa pengakuan dari Kapten dan Anak Buah Kapal (ABK) pembawa imigran gelap Rohingya, Bangladesh dan beberapa negara lainnya.

“Kita berdasarkan dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Polres Rote terhadap kapten dan ABK yang memang ada pengakuan bahwa mereka menerima uang tersebut. Jadi, hasil investigasi itu yang dijadikan dasar kita bicara,” katanya.

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur sebelumnya telah menyita amplop berisi puluhan lembar uang dolar Amerika Serikat (AS) dari kapten Yohanis Humiang serta ABK kapal. Setiap amplop berisi uang berbeda-beda, mulai dari USD3.500 hingga USD5.400.

Indonesia akan terus menuntut jawaban dari Australia mengenai hal tersebut. Bukan hanya dari Indonesia, tuntutan penjelasan soal isu suap itu juga muncul dari politikus Australia sendiri. Pihak oposisi mendesak Perdana Menteri Australia Tony Abbot segera memberikan jawaban. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.