Kamis, 14 November 19

Pemimpin ‘Sekte Seks’ Paksa Perempuan Main Seks

Pemimpin ‘Sekte Seks’ Paksa Perempuan Main Seks
* Tanda untuk anggota sekte seks Nxivm. (youtube)

Manusia badab telah menjadikan dunia ini kembali ke jaman jahiliyah. Muncul kelompok ‘Sekte Seks’ yang merekrut sejumlah perempuan kemudian memaksa mereka berhubungan seks dengan Raniere.

Keith Raniere, pemimpin sekte seks Nxivm (baca: Nexium) yang dituduh memperbudak perempuan, divonis bersalah atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Oleh panel juri dalam pengadilan yang telah berlangsung selama enam pekan di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pria berusia 58 tahun itu dinyatakan melakukan perdagangan seks, pornografi anak, serta pemerasan.

Raniere, yang mengaku tidak bersalah, kini terancam dengan hukuman penjara seumur hidup. Demikian dilansir BBC Magazine, Sabtu (22/6/2019).

Selama persidangan berlangsung, hadirin mendengar bagaimana kelompok itu merekrut sejumlah perempuan, mencap mereka dengan inisial nama Raniere, serta memaksa mereka berhubungan seks dengan Raniere.

Raniere berkeras bahwa Nxivm adalah “perkumpulan yang mengacu pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang berupaya memberdayakan masyarakat”. Akan tetapi, para penyidik menyebut kelompok itu sejatinya adalah usaha perdagangan seks yang dibungkus sebagai kelompok bimbingan.

Para perempuan yang direkrut, menurut jaksa, diyakinkan bahwa semua anggota dalam kelompok itu adalah perempuan dan mereka diminta menyerahkan beragam hal yang kemudian dipakai untuk memeras mereka.

Raniere ditangkap aparat FBI di Meksiko, tahun lalu. Tim kuasa hukumnya mengatakan hubungan seks yang dituduhkan sebenarnya didasari suka sama suka. Saat putusan dibacakan di luar sidang, para mantan anggota Nxivm bertepuk tangan ke arah tim jaksa.

 

Sebagaimana tertera pada semboyan Nxivm, Raniere dan organisasinya “bekerja membangun dunia yang lebih baik”. Namun, para saksi yang dihadirkan di persidangan, menuturkan cerita yang sama sekali berbeda.

Raniere, seperti dicatat oleh pengadilan, menjalankan komunitas rahasia di tubuh Nxivm bernama DOS. Sebagai “tuan tertinggi” DOS, menurut jaksa, Raniere berperan sebagai “predator” yang mengeksploitasi dan memeras perempuan, termasuk gadis berusia 15 tahun.

Disebutkan dalam persidangan, Raniere memaksa “budak-budaknya” memberikan foto bugil dan hal intim lainnya sembari mengatakan barang-barang itu akan dipublikasikan jika mereka tidak mematuhinya.

Setiap Agustus, para anggota Nxivm yang dijuluki ‘Nixians’ memberikan US$2.000 (Rp28 juta) atau lebih untuk berkumpul di Silver Bay, New York, guna merayakan pekan ulang tahun Raniere—seperti tercantum dalam dokumen persidangan.

Seorang mantan anggota kelompok itu bersaksi bahwa pekan itu meliputi “upacara penghormatan” untuk Raniere, yang disebut ‘orang terdepan’ oleh pengikutnya.

Seorang mantan anggota lainnya, yang disebut Daniele oleh tim jaksa, mengatakan dirinya “dipersiapkan” selama berminggu-minggu sampai berusia 18 tahun sehingga Raniere bisa mengambil keperawanannya.

Perempuan itu belakangan mengklaim bahwa dirinya dikurung di dalam kamar selama dua tahun karena bobot tubuhnya bertambah dan menginginkan pria selain Raniere.

Dalam pernyataan penutup, jaksa Moira Penza menyebut Raniere sebagai seorang “bos kejahatan tanpa batasan” yang “memperoleh perempuan dan uang tanpa akhir”.

Sebagai bantahan, Marc Agnifilo selaku pengacara Raniere berkata bahwa tiada perempuan yang dipaksa melakukan sesuatu tanpa kehendak mereka.

“Anda mungkin menganggapnya memuakkan, menjijikkan, dan menyakitkan hati. Kita tidak menilai orang bersalah di negara ini karena menjijikkan atau menyakitkan hati. Gagasan-gagasan tidak populer bukan tindak pidana. Gagasan-gagasan menjijikkan bukan tindak pidana,” kata Agnifilo.

Panel juri yang terdiri dari delapan pria dan empat perempuan menepis argumen tersebut dan menyatakan Raniere bersalah atas tindakan penyiksaan, membuat orang lain kelaparan secara sengaja, dan eksploitasi seks.

Aktris serial televisi Smallville, Allison Mack, dilaporkan menjadi seorang peserta dalam ‘sistem budak dan tuan’ mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam Nxivm. (BBC)

Perempuan anggota Nxivm
Dalam kelompok tersebut, Raniere—satu-satunya anggota laki-laki dalam kelompok itu—adalah satu-satunya pimpinan tertinggi. Meski demikian, dia punya sejumlah wakil perempuan.

Para perempuan yang dijadikan anggota, disebut-sebut harus dicap pada bagian tubuh mereka dengan inisial nama Raniere dan wajib berhubungan seks dengannya.

Lima anggota perempuan di kelompok Nxivm—termasuk seorang aktris—menyatakan bersalah atas tuduhan keterlibatan mereka. Figur paling terkemuka adalah mantan bintang serial Smallville, Allison Mack.

Pada April lalu, dia mengaku bersalah atas tuduhan pemerasan dan permufakatan pemerasan, walau sebelumnya membantah tudingan tersebut.

Mack mengaku merekrut para perempuan dengan meyakinkan bahwa mereka bergabung ke dalam kelompok bimbingan perempuan.

Menurut jadwal, Mack akan divonis pada September mendatang dan terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara untuk masing-masing tuduhan.

Clare Bronfman, pewaris minuman alkohol Seagram, juga mengaku bersalah pada bulan April atas keterlibatan dalam permufakatan menyembunyikan dan menampung imigran ilegal untuk keuntungan keuangan. Dia mengaku pula ikut serta dalam menggunakan kartu identitas palsu.

Dia dituduh menyalurkan dana sebanyak lebih dari US$100 juta (Rp1,4 triliun) ke Nxivm. Kemudian, pada Maret lalu, Nancy Salzman yang turut mendirikan kelompok ini, mengaku bersalah atas tuduhan pemerasan. Dia akan divonis pada Juli mendatang.

Lauren Salzman, putri Nancy; serta karyawati Nxivm, Kathy Russell, turut mengaku bersalah atas keterlibatan mereka. (*/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.