Minggu, 25 Oktober 20

Pemerhati Angkat Bicara Soal Maraknya Praktik Bank Gelap Berkedok Koperasi

Pemerhati Angkat Bicara Soal Maraknya Praktik Bank Gelap Berkedok Koperasi
* Pemerhati koperasi Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: dok pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerhati koperasi Dewi Tenty Septi Artiany ikut menyoroti berbagai kasus penipuan yang diduga melibatkan bank gelap berkedok koperasi. Kasus ini memang sedang trending karena tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban.

Dewi mengingatkan supaya masyarakat lebih waspada terhadap koperasi bodong tersebut. Pada umumnya kata dia, modus koperasi bodong selalu menawarkan berbagai kemudahan untuk lebih mudah menggaet calon anggota.

“Dan bisa dipastikan di balik semua kemudahan yang ditawarkan ada bunga yang tinggi plus biaya administrasi yang juga besar,” ungkap Dewi di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Dewi mengaku sering kali mendapatkan pesan singkat yang menawarkan pinjaman modal dari koperasi yang disebutnya sebagai bank gelap. Dewi juga mendapatkan informasi tersebut melalui media sosial. Ia pun sudah melakukan cross check atas kebenaran pesan tersebut.

“Nah sewaktu dicek keberadaan SMS dan iklan melalui medsos lainnya kepada koperasi yang bersangkutan semua jawabannya itu bukan kami kok, padahal udah jelas-jelas itu mengatasnamanakan koperasi,” katanya.

Menurutnya, Kementerian Koperasi dan UKM harus bertindak tegas kepada praktik bank gelap berkedok koperasi agar tidak menimbulkan rawa kekhawatiran dari masyarakat. Selain daripada itu, bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada koperasi.

“Hal ini juga disampaikan oleh deputi kelembagaan dalam rangka penertiban KSP. Nah untuk itu, masyarakat harus diingatkan kembali bahwa tidak ada istilah “nasabah” dalam KSP yang ada adalah anggota dan calon anggota,” tegas Dewi.

“Calon anggota harus bayar simpanan pokok kalau belum full status masih sebagai calon anggota (itupun ada jangka waktunya 3 bulan). Jadi kalau ada KSP yang menggunakan istilah nasabah itu patut dicurigai sebagai bank gelap berkedok koperasi,” tutupnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.