Kamis, 23 Januari 20

Pelecehan Seks oleh Pastor di Polandia

Pelecehan Seks oleh Pastor di Polandia
* Monika, 28 tahun, menceritakan pelecehan yang dilakukan para pastor selama bertahun-tahun, saat dirinya masih remaja. (BBC)

Inilah kisah skandal pelecehan seks anak-anak yang dilakukan oleh pastor di Polandia. Anak-anak yang menjadi korban pelecehan itu pun mengalami trauma.

Marek Mielewczyk adalah anak laki-laki berumur 13 tahun yang membantu kegiatan di gereja ketika seorang pastor memintanya untuk datang ke pastoran. “Di situlah tempat dimana saya pertama kali dilecehkan,” katanya.

Dia adalah salah satu dari sejumlah korban, mereka sekarang telah menjadi dewasa, yang muncul di sebuah film dokumenter tentang para pastor Polandia yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Film Tomasz dan Marek Sekielski, Don’t Tell Anyone, telah ditonton 20 juta kali pada minggu pertama disebarkan melalui internet. Untuk pertama kalinya sikap Gereja Katolik Roma Polandia dipertanyakan.

Lebih dari 90% orang Polandia menyatakan diri sebagai penganut Katolik. Bagi kebanyakan dari mereka, Gereja dan ritualnya bukan hanya memberikan kenyamanan spiritual, tetapi juga merupakan bagian dari jati diri nasional.

Hal ini dapat menjelaskan mengapa orang Polandia lambat dalam mempertanyakan tingkah laku sebagian pastor mereka, meskipun telah terjadi skandal seks di Gereja Katolik Irlandia, AS dan negara tetangga Jerman.

Monika, 28 tahun, tidak muncul di film. Tetapi dia menceritakan kepada BBC tentang pelecehan yang dia alami selama bertahun-tahun saat para pastor melakukan upacara pengusiran setan di Polandia ketika dirinya masih remaja.

Orang tuanya memandang pastor “sebagai pahlawan, orang yang berperang melawan setan” – tetapi dia meyakini dirinya dimanipulasi.

Gereja Katolik membela budaya, bahasa dan identitas Polandia saat negara itu diduduki tiga kekaisaran pada abad ke-19.

Setelah Perang Dunia Kedua, Gereja – lewat Paus Johanes Paulus II yang berasal dari Polandia – mendukung gerakan demokratis Solidaritas dan membantu penggulingan kekuasaan komunis. Tetapi film tersebut telah merusak nama baik gereja.

Tidak lama setelah film beredar, sebuah jajak mengisyaratkan 67% warga Polandia memandang respons Gereja tidak memadai dan 87% mengatakan otoritas Gereja telah berkurang.

“Saya menyukai seni dan agak terlalu peka. Mereka membuat saya mengalami gangguan jiwa,” kata Monika, 28 tahun. (BBC)

 

Pertanyakan Gereja
Marek Mielewczyk mengalami pelecehan seksual selama lima tahun. “Saya tidak mengetahui berbagai hal seperti masturbasi dan rabaan. Saya tidak mengenal hubungan homoseksual. Saya tidak mengetahui bahwa orang dewasa dapat melecehkan seorang anak,” kata Mielewczyk.

“Dia mengatakan kepada saya untuk tidak memberi tahu siapa pun, tidak membicarakannya di sekolah, dan itulah yang terjadi.”

Pelecehan terus berlangsung sampai pada satu Malam Natal ketika dia berumur 18 tahun, dirinya berusaha bunuh diri dengan menelan obat. Orang tuanya baru mengetahui apa yang dia alami setelah Marek mengatakan kepada seorang dokter bahwa dirinya ingin bunuh diri.

Ketika dokter memberi tahu uskup setempat tentang peristiwa tersebut, dia mengatakan dirinya sebenarnya menyadari telah terjadi pelecehan.

Marek, sekarang berumur 50 tahun, mengatakan Andrzej Srebrzynski sebagai pastor pelaku pelecehan. Dokumenter tersebut melaporkan bahwa pastor itu dipindahkan dari satu paroki ke paroki lainnya selama 28 tahun berikutnya.

Dia baru diberhentikan sebagai pastor pada tahun 2015. Tetapi dia bahkan, seperti terlihat di film, masih ikut serta dalam prosesi keagamaan dengan mengenakan pakaian pastor.

Srebrzynski menyangkal telah melecehkan Marek, dengan mengatakan pastor lain yang melakukan pelecehan. Seorang hakim pada tahun 2017 memerintahkannya untuk meminta maaf kepada korbannya dan dia naik banding terhadap keputusan itu.

“Tidak terdapat kata-kata yang dapat menggambarkan rasa malu kami,” demikian dikatakan para uskup Polandia saat mengeluarkan pernyataan beberapa hari setelah film beredar. Mereka mengakui tidak cukup bertindak untuk mencegah terjadinya pelecehan.

Adam Szostkiewicz, seorang kolumnis mingguan Polityka, percaya sekarang orang siap untuk membuat para uskup mempertanggungjawabkan sikap diam mereka. “Proses ini memerlukan waktu, tetapi bagi saya, Gereja tidak bisa lagi mengelak,” katanya.

“Bagi sejumlah orang Polandia, jika mereka kehilangan Gereja, sama saja dengan mereka kehilangan sebagian diri mereka sendiri. Mereka lebih cenderung menutup mata,” tambahnya.

Bulan lalu uskup Polandia melakukan misa khusus saat melakukan pengkajian pengaruh skandal seks.(BBC)

 

Tak ada yang hentikan
Sebagai seorang remaja yang besar di sebuah kota kecil di luar Warsawa, Monika – bukan nama sebenarnya – mengagumi pakaian hitam, musik rock dan vampir.

Setelah sekarang belajar seni, dia mengatakan pelecehan yang dialami selama bertahun-tahun dimulai ketika orang tuanya percaya dirinya dirasuki roh jahat, dan melakukan ritual pengusiran setan.

Tidak lama kemudian, dia dibawa berkeliling negara itu untuk mendapatkan ‘perawatan’ dari pastor-pastor lainnya.

Dia pernah dibawa ke ruang kecil di bawah tanah dimana terdapat sebuah tempat tidur dengan tali kulit.

“Pastor ini mengikat saya ke tempat tidur dan benar-benar menyiksa saya. Hadir juga orang-orang biasa yang membantunya dan pastor ini memasukkan salib ke leher saya sampai berdarah,” katanya kepada BBC.

“Dia menekan saya ke tempat tidur. Dia memencet hidung saya dan memasukkan air ke kerongkongan. Tidak seorangpun bereaksi atau berusaha menghentikannya.”

Monika akhirnya dapat melarikan diri karena bantuan teman-temannya, setelah mereka mengetahui penderitaannya.

Dia didiagnosa mengatakan kelainan stres pasca trauma dan masalah jati diri. Dia mendapatkan bantuan yayasan Nie Lekajcie Sie (Jangan Takut) yang membantu para korban pelecehan.

Dia mulai melakukan langkah hukum, tetapi para jaksa menolak kasusnya karena seorang psikolog pengadilan, yang yayasan katakan dekat hubungannya dengan Gereja Katolik, menduga dirinya berbohong.

Yayasan kemudian mencari psikolog lain, yang memandang cerita Monika suatu kebenaran dan dia mengajukan banding.

Reaksi Polandia
Yayasan Nie Lekajcie Sie sedang menyusun RUU yang memungkinkan para korban menuntut pastor dan pembentukan komisi kebenaran dan ganti rugi berdasarkan model yang dibentuk di Irlandia, Jerman dan Australia.

Pemerintah Hukum dan Keadilan konservatif Polandia membentuk sebuah komisi, tetapi para anggotanya ditunjuk politikus bukannya sejumlah ahli. Partai tersebut didukung banyak pastor karena mereka mengusung nilai Katolik.

Komisi pemerintah akan menyelidiki berbagai jenis pekerjaan seperti perawat anak dan pengajar disamping Gereja.

Marek Mielewczyk, yang sekarang telah menjadi seorang kakek, menyadari perjuangan mendapatkan keadilan memerlukan wkatu, tetapi dirinya gembira karena hal ini paling tidak sudah dimulai. (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.