Pedagang Bandel, Pasar Bulu Sepi Pengunjung

Semarang, Obsessionnews - Penertiban pedagang Pasar Bulu yang sebelumnya menempati area basement dilakukan oleh jajaran Dinas Pasar Kota Semarang dan Satuan Pamong Praja Kamis (27/2) pagi. Para pedagang yang seharusnya menempati ruko di lantai 2 belum sepenuhnya menaati himbauan dari Dinas Pasar Kota Semarang.
Pengamatan obsessionnews.com, rata-rata pedagang yang masih bersikukuh menempati basement adalah pedagang ikan dan sayur-mayur.
[caption id="attachment_25154" align="alignnone" width="169"]
Kios di lantai 2 yang banyak belum dihuni[/caption]Wati, salah seorang pedagang sayur-mayur yang tetap bersikukuh berjualan di basement. Alasannya, pembeli cenderung berbelanja di basement karena alasan letaknya yang dekat.
"Lha, wong pembeli males ke atas. Mendingan saya berjualan di bawah saja, karena lebih laku," ujarnya.
Akibat adanya penertiban, puluhan pedagang terpaksa berjualan di luar pasar. Padahal seharusnya mereka menempati lantai 2 secara gratis. Sebagian besar ruko di lantai 2 belum ditempati, dan sepi pengunjung. Pengunjung lebih senang berbelanja di lantai dasar.
Fungsi lantai dasar Pasar Bulu sebagai tempat parkir, pedagang kelapa, hasil bumi, serta kegiatan pasar pagi. Pasar pagi merupakan kesepakatan antara pedagang yang berada di lantai atas agar diberi kemudahan berjualan di luar pasar selama pukul 02.00 – 08.00 WIB. Setelah melewati jam tersebut, para pedagang harus segera kembali ke kios masing-masing.
Ulah pedagang yang tidak mau menempati ruko yang telah disediakan membuat pedagang lainnya cemburu. Bahkan pedagang kelapa dan hasil bumi terpaksa ikut tergusur berjualan di luar pasar.
"Gara-gara pedagang bandel, saya ikut tergusur keluar pasar,” tutur Ani, pedagang kelapa parut.
Begitu pula yang dialami Ayu, pedagang ikan yang selama ini tertib mengikuti aturan dari Dinas Pasar Kota Semarang. Dia mengatakan, keberadaan para pedagang yang tetap bertahan di basement membuat para pembeli enggan untuk naik ke lantai 2. "Para pedagang yang bandel itu mematikan dagangan kami. Sebab, pembeli memilih membeli dagangan mereka. Sedangkan dagangan kami tidak laku,” katanya kesal.
Sementara itu Kepala Bidang Pengaturan dan Ketertiban Pasar Kota Semarang, Bahtiar, mengungkapkan keberadaan pedagang yang tidak mau dipindah dari lantai dasar menjadi perhatian pihaknya. Upaya persuasif akan terus dilakukan guna ketertiban aturan di Pasar Bulu.
"Kami inginnya Pasar Bulu bisa menjadi pasar semi modern seperti di Solo dan kota-kota lainnya. Pemerintah sudah memberikan fasilitas yang baik. Para pedagang diharapkan menaati himbauan dari kami," terangnya.
Bahtiar juga berharap, para pedagang mau diajak bekerja sama mengingat lokasi pasar yang strategis dan berada di pusat kota, sehingga keindahan dan ketertiban pasar wajib dijaga.
"Kalau pedagang mau jadi satu di pasar, insya Allah pembeli juga akan datang. Pemerintah sudah memikirkan yang terbaik bagi para pedagang," pungkasnya. (Yusuf Isyrin Hanggara)




























