Selasa, 22 September 20

Paus Fransiskus Kritik Eropa, Puji Sadiq Khan

Paus Fransiskus Kritik Eropa, Puji Sadiq Khan
* Paus Fransiskus.

Roma, Obsessionnews – Paus Fransiskus mengkritik sikap sejumlah negara Eropa yang diskriminatif terhadap para imigran. Menurutnya, sikap itu tidak hanya salah tapi juga sesat dalam memerangi terorisme.

Kemudian ia mencontohkan serangan kelompok garis keras di Brussels pada Maret lalu, dimana tiga pembom bunuh diri menewaskan 32 orang. Pelaku bom bunuh diri tersebut ternyata orang Belgia dan bukan anak pendatang. Ketiganya datang dari daerah kumuh.

Usai mengkritik, Paus justru memuji Sadiq Khan yang terpilih menjadi wali kota pertama Muslim di London pada bulan ini.

“Di London, wali kota baru itu dilantik di katedral dan mungkin akan diterima ratu. Itu menunjukkan penting bagi Eropa mendapatkan kembali kemampuannya menyatu,” kata Paus Fransiskus saat berbicara kepada surat kabar Katolik Roma Prancis, “La Croix”, pada Senin (16/5/2016).

Paus menyerukan negara-negara Eropa seyogiayanya dapat menyatukan pendatang dan memuji keterpilihan Muslim pada jabatan walikota baru London sebagai contoh keberhasilnya.

Sebelumnya, sepuluh hari lalu, Paus mengecam Eropa karena tidak memiliki sikap yang memadai terhadap arus masuk pendatang yang lari dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan Afrika.

Tak hanya negara-negara di Eropa, secara luas Paus juga mengkritik negara Barat yang mencoba mengekspor demokrasi mereka ke negara lain, seperti, Irak dan Libya. Menurut Paus, ekspor demokrasi dilakukan tanpa menghormati adat budaya, politik.

“Saat dihadapkan dengan terorisme pegaris keras Islam saat ini, kita harus mempertanyakan cara jenis demokrasi, yang terlalu Barat, diekspor ke negara tempat terdapat kekuasaan kuat, seperti di Irak, atau Libya, tempat terdapat kekuatan suku,” ujarnya.

“Kami tidak bisa maju tanpa memperhitungkan kebudayaan itu. Seperti seorang Libya yang mengatakan baru-baru ini, ‘Kami dulu punya satu Gaddafi, sekarang kami memiliki lima puluh’,” kata Fransiskus merujuk pada mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, yang digulingkan dan dibunuh pada 2011.

Paus Fransiskus memang dikenal sering menyerang yang sikap yang disebutnya sebagai ‘budaya penjajahan’. Sebuah sikap dimana negara Barat memaksakan nilai mereka pada negara-negara berkembang sebagai imbalan bantuan keuangan. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.