Selasa, 20 Oktober 20

Pandemi Corona, 363 Karateka Tetap Ikuti Kejurnas Virtual FKTI Untuk Rawat Prestasi

<span class=Pandemi Corona, 363 Karateka Tetap Ikuti Kejurnas Virtual FKTI Untuk Rawat Prestasi">
* Prof Zudan yang juga penyandang sabuk hitam.

Jakarta, Obaessionnews.com  – Pandemi virus Corona (Covid-19) tidak berarti stagnan tanpa prestasi. Buktinya, Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) tetap semangat menyelenggarakan kejuaraan nasional (Kejurnas) secara virtual, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Kejurnas ini menjadi terobosan baru dalam dunia olahraga fisik, dengan menggelar pertandingan daring atau online dan diikuti tak kurang 363 atlet karate dari 15 korda provinsi di Tanah Air.

Ketua Umum FKTI Sensei Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang juga Dirjen Dukcapil Kemdagri mengatakan, FKTI harus banyak berkreasi dan berinovasi, termasuk menghelat pertandingan online ini agar cabang olah raga karate tradisional tetap eksis.

“Kejurnas karate tradisional ini harus tetap terselenggara meskipun secara virtual demi menjaga dan merawat prestasi karateka FKTI. Meskipun suasana Covid-19 saya berharap para karateka tetap tekun berlatih di tempat masing-masing dengan protokol kesehatan, demi menjaga teknik karate dan prestasinya,” kata Sensei Zudan di Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

Sebab, lanjut Sensei Zudan, tanpa karya nyata FKTI tak akan bergerak lebih cepat, bahkan diam di tempat.

“Mari tidak cuma berlari, saya mengajak kita semua lebih cepat melompat lebih jauh lagi, berada lebih di depan dibanding dari cabang olahraga karate lainnya. Saya mengajak FKTI tetap solid dan kompak. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Osh!,” kata Ketum FKTI yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri ini.

Menurut Ketua Panitia Sensei Leony Mamesa, pertandingan dibagi menjadi dua, yaitu Kategori Prestasi terdiri dari kelas Prakadet 3 pa/pi, Prakadet 2 pa/pi, Prakadet 1 pa/pi, Kadet pa/pi, Junior pa/pi, Pemuda pa/pi, dan Senior pa/pi.

Selanjutnya, kedua adalah kelas Pemandu Bakat dengan 4 kategori, yaitu Sabuk Putih di bawah 14 tahun pa/pi, Sabuk Putih di atas 14 tahun pa/pi, Sabuk Kuning di bawah 14 tahun pa/pi, Sabuk Kuning di atas 15 tahun pa/pi, Sabuk Hijau di bawah 14 tahun pa/pi dan di atas 15 tahun pa/pi. Serta Sabu biru di bawah 14 tahun pa/pi dan di atas 15 tahun pa/pi.

“Tak kalah pentingnya ada kelas Veteran, terdiri dua kelas yaitu Veteran 1 usia 50-60 tahun, dan Veteran 2 usia di atas 60 tahun. Kejuaraan ini melibatkan 36 juri dari seluruh Indonesa,” kata Sensei Leony. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.