Selasa, 30 November 21

Orang Tertua di Dunia Ini Ingin Segera Meninggal

Orang Tertua di Dunia Ini Ingin Segera Meninggal
* Mbah Gontho.

Jakarta, Obsessionnews.com – Banyak  orang memanjatkan doa kepada Allah agar diberi  panjang umur.Namun tidak demikian halnya dengan Sodimejo. Mbah Gotho, demikian panggilan akrabnya, justru ingin segera meninggal dunia. Pasalnya, ia sudah tidak memiliki hasrat pada kehidupan duniawi. Pada 1993 Mbah Gotho telah mempersiapkan nisan untuk kuburannya.

Tetapi, Allah berkehendak lain. Mbah Gotho hingga kini masih hidup. Pria asal Dusun Segeran RT 018/008, Desa Cemeng, Kecamatan Sambung Macan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ini disebut-sebut berusia 146 tahun. Saat ini ia disebut-sebut merupakan orang tertua di dunia. Usianya itu jauh melampaui Jeanne Calment, orang tertua di dunia yang meninggal dunia pada 1997 dalam usia 122 tahun 164 hari.

Mbah Gotho terlahir dengan nama kecil Saparman di Desa Cemeng. Berdasarkan data yang tercantum pada kartu keluarga dan KTP miliknya, ia lahir pada 31 Desember 1870.

Selain data dalam dokumen kependudukan itu, memang belum ada data lain yang menguatkan kebenaran usianya tersebut. Namun, jika menyimak penuturannya, kemungkinan besar data itu benar.

Yang menarik Mbah Gotho masih memiliki ingatan sangat kuat. Ia menuturkan, dirinya lahir pada Kamis Wage, bulan Sapar.

Oleh karena itu orang tuanya, Setrodikromo dan Saliyem, memberinya nama Saparman. Soal tahun kelahirannya, Mbah Gotho mengaku tidak ingat persis.

Namun, ia melihat proses pembangunan Pabrik Gula Gondang. Ketika pabrik itu diresmikan, dia ikut menonton.

Menurut catatan sejarah, pabrik gula yang masa operasinya tidak lama karena lokasi tidak sesuai dengan rencana awal itu dibangun pada 1880.

“Waktu itu saya sudah bisa membantu Bapak membajak di sawah,” kata Mbah Gotho yang kini tinggal dan dirawat di rumah cucunya, Suryanto.

Kepala Desa Cemeng, Sriyanto, 54, memperkuat pengakuan Mbah Gotho.

Hal itu berdasarkan cerita dari salah seorang sesepuh desa bernama Mbah Dipo yang meninggal dunia sekitar lima tahun lalu dalam usia 112 tahun.

“Mbah Dipo pernah mengatakan, ketika beliau masih kanak-kanak, Mbah Gotho itu sudah dewasa dan menikah,” kata Sriyanto.

Mbah Gotho merupakan anak kedua dari sebelas bersaudara. Ia menikah empat kali. Semua istrinya sudah meninggal. Dari pernikahan itu Mbah Gotho dikaruniai empat anak, dua di antaranya sudah meninggal dunia. Anaknya yang masih hidup memberikan 12 orang cucu, 17 cicit, dan dua canggah. (@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.