Jumat, 28 Februari 20

Obesitas Pintu Masuk Berbagai Penyakit, Ini Pencegahannya

Obesitas Pintu Masuk Berbagai Penyakit, Ini Pencegahannya
* Ilustrasi Obesitas. (Foto: Sutanto/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.comMenjaga berat badan ideal merupakan salah satu kriteria hidup sehat. Sebab bila berat badan kita ideal, kesehatan tulang punggungpun tetap terjaga, demikian halnya kesehatan sendi lutut.

Faktor usia yang kelebihan berat badan dapat menderita nyeri tulang belakang dan nyeri lutut. Tak hanya itu, berat badan berlebih juga menjadi pemicu meningkatnya keparahan kondisi seseorang.

Penelitian menunjukkan orang yang mengalami berat badan berlebih memiliki kemungkinan tiga kali lipat lebih besar mengalami nyeri punggung, nyeri sendi, dan spasme otot dibandingkan orang dengan berat badan ideal.

Bahkan data The American ObesityAssociation menunjukkan jika sepertiga dari seluruh populasi obesitas di Amerika mengalami masalah nyeri punggung dan nyeri otot yang membuat mereka membutuhkan perawatan medis, baik dengan obat-obatan maupun terapi intervensi nyeri seperti radio frekuensi ablasi.

Obesitas sentral yang ditandai dengan perut buncit akan menyebabkan pinggul lebih maju menarik otot-otot tulang belakang sehingga menyebabkan nyeri pinggang. Belum lagi, adanya berbagai masalah kesehatan lain seperti piriformis syndrome yang juga dapat dipicu karena berat badan berlebih.

Secara umum, nyeri tulang belakang biasanya akan membaik dalam 2-3 hari kedepan dengan melakukan istirahat. Namun pada beberapa kondisi, mungkin nyeri masih tetap terasa meski istirahat sudah dilakukan. Bahkan, tidak jarang nyeri bertambah berat seiringnya waktu. Pada kondisi seperti inilah individu harus segera berkunjung ke dokter atau klinik yang fokus mengatasi masalah nyeri dan tulang belakang.

Pada tahap awal, obat-obatan nyeri yang dijual bebas mungkin dapat digunakan untuk mengatasi nyeri tulang belakang akut, diikuti dengan istirahat. Obat-obatan tersebut termasuk di antaranya golongan obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) seperti ibuprofen dan naproxen sodium.

Hingga kini masih banyak orang yang salah kaprah, di mana ketika nyeri tulang belakang muncul, mereka malah menghindari atau terlalu proteksi pada tulang belakangnya yang berujung pada penurunan aktivitas.

Berdasarkan keterangan di atas, kami mengutip data dari web Kementerian Kesehatan. Data WHO tahun 2016, lebih dari 1,9 milyar orang usia diatas 18 tahun mengalami berat badan berlebih yang mana 650 juta di antaranya mengalami obesitas. Di Indonesia, hasil Riskesdas 2007-2018 menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu 10.5% (2007), 14,8% (2013) dan 21,8% (2018). Untuk Provinsi Jawa Barat, berdasarkan Riskesdas tahun 2018 prevalensi obesitas menempati peringkat ke 14 dari 34 Provinsi di Indonesia 15,2% (2013) menjadi 23% (2018).

Mengingat obesitas sebagai pintu masuk bagi berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM), maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan. Pencegahan obesitas dengan menyeimbangkan jumlah energi yang masuk dengan yang dikeluarkan.

Pencegahan Obesitas

Langkah-langkah untuk mencegah kenaikan berat badan, yaitu dengan olahraga harian, diet sehat, dan komitmen jangka panjang untuk mengawasi apa yang dimakan dan minum.

Berolahraga secara teratur berupa aktivitas intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit seminggu untuk mencegah penambahan berat badan.

Kegiatan fisik yang cukup intens termasuk berjalan cepat dan berenang. Ikuti rencana makan sehat, dengan fokus pada makanan rendah kalori, makanan padat nutrisi, seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian. Hindari lemak jenuh dan batasi permen dan alkohol. Makan tiga kali sehari dengan camilan terbatas.

Awasi dan pelajari makanan sehari-hari dan selalu berat badan secara teratur dan konsisten. Proses menurunkan berat badan tidak mudah dan singkat, serta penerapan pola hidup sehat juga tidak boleh dijadikan sementara. Hal yang terpenting adalah memiliki pola pikir bahwa gaya hidup sehat harus dilakukan terus-menerus, bila berat badan menurun itu adalah bonus dari tubuh yang sehat.

Pengobatan Obesitas

Memiliki pola makan sehat, diet rendah kalori, dan olahraga secara teratur adalah cara terbaik untuk mengobati obesitas. Lakukan diet berisi makanan seimbang, mengontrol kalori, dan juga melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan pembakaran energi dan cadangan energi.

Pada pengidap obesitas berat tanpa adanya penyakit lain dapat dipertimbangkan obat sindroma metabolik dan penurun nafsu makan. Meskipun jarang terjadi, tetapi pembedahan lambung dapat dilakukan. Kamu bisa temukan berbagai obat diet lainnya di Halodoc untuk menangani obesitas.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu memiliki berat badan berlebih dan sulit bergerak dalam aktivitas sehari-hari, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kamu dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik dan dekat dengan tempat tinggalmu. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.