Rabu, 1 Desember 21

Nabi Muhammad Pernah Ancam Bakar Rumah-rumah Orang yang Tinggalkan Salat Jumat

Nabi Muhammad Pernah Ancam Bakar Rumah-rumah Orang yang Tinggalkan Salat Jumat
* Kajian tentang salat Jumat secara virtual. (Foto: muhammadiyah.or.id)

Yogyakarta, obsessionnews.com – Salat Jumat hukumnya wajib bagi setiap orang Islam yang telah memenuhi persyaratan, sebagaimana yang termaktub (QS. Al-Jumuah: 9). Bahkan Nabi Muhammad Saw pernah mengancam akan membakar rumah-rumah orang yang meninggalkan salat Jumat.

Baca juga:

Pembuat Kartun Nabi Muhammad Tewas Setelah Lama Sekarat

Pesan Moral Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Hal itu diungkapkan anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Piminan Pusat (PP) Muhammadiyah Asep Shalahudin dalam kajian bersama Pimpiinan Daerah Muhammadyah Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu seperti dikutip dari situs muhammadiyah.or.id, Sabtu (2/10/2021).

“Ancaman meninggalkan salat Jumat ini tentunya tidak berlaku bagi mereka yang tidak termasuk golongan yang wajib, seperti hamba sahaya, anak kecil, wanita dan orang sakit. Ancaman ini juga tidak berlaku bagi orang yang meninggalkan Jumat karena sebab yang dibenarkan syariat seperti adanya bencana atau kondisi lainnya yang dapat membahayakan keselamatan jiwa,” kata Asep.

Ia menjelaskan, salat Jumat merupakan ibadah mahdlah, dan prinsip ibadah mahdlah adalah terlarang kecuali ada perintah. Oleh karena itu tata cara salat Jumat harus mengikuti petunjuk dan sesuai dengan tuntunan berdasarkan al-Qur’an dan hadis Nabi (QS. Al-Hasyr: 7). Prinsip umum tata cara salat Jumat sama dengan salat fardu lainnya, yakni dilakukan secara berjamaah, menghadap kiblat, pengaturan shaf dan aturan lainnya dalam ketentuan Salat berjamaah.

Sementara itu persiapan sebelum salat Jumat di antaranya mandi seperti mandi janabah. Mandi ini boleh dilakukan lebih awal, misalnya, pagi hari sebelum berangkat ke tempat kerja (tidak selalu harus mendekati waktu salat Jum’at). Kemudian memakai pakaian yang terbaik (tidak selalu yang termahal), dan mengenakan wangi-wangian. Tidak lupa pula menyegerakan diri berangkat ke masjid dan berjalan dengan tenang. Setelah di masjid, langsung menunaikan sembahyang dua rakaat tahiyatul masjid, meskipun khatib sudah berkhutbah.

“Orang yang datang terlambat masuk masjid, hendaklah tidak mengganggu jamaah lain. Apabila khatib sudah mulai menyampaikan khutbahnya, hendaklah setiap jamaah diam dengan penuh kekhusyukan sembari memperhatikan khutbah dengan sungguh-sungguh, tidak berbicara, bercanda, atau mengganggu konsentrasi sampai khatib selesai dengan khutbahnya,” ujar Guru Ilmu Hadis Madrasah Muslimin Muhammadiyah Yogyakarta ini. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.