Selasa, 27 September 22

Muslim Tionghoa, Akulturasi Sosial dan Religi Sejak Berabad Silam

Muslim Tionghoa, Akulturasi Sosial dan Religi Sejak Berabad Silam
* Serian Wijatno.  (Foto: dok. pribadi)

Oleh : Dr. H. Serian Wijatno, SE., MM., MH, Tokoh Muslim Tionghoa Indonesia, Wakil Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ketua Lembaga Pendidikan PP Persaudaraan Muslimin Indonesia, Tim Ahli Pinbas MUI, Wakil Ketua Umum PITI Pusat, serta penulis buku Buku dengan tema sentral “Islam Iman Semesta Petualangan Ideologi dalam Toleransi Beragama”, dan puluhan buku lainnya

 

Akulturasi sosial dan religi di bumi Nusantara sejatinya telah berjalan sejak berabad lampau. Sesungguhnya ini menjadi cikal bakal lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Akulturasi menjadi keniscayaan munculnya persatuan dan kesatuan di tengah beragam perbedaan. Tepatnya lagi ruh toleransi muncul dari akulturasi.

Di bulan suci Ramadhan ini menarik membedah akulturasi sosial dan religi Muslim Tionghoa yang terjadi di persada ini yang faktanya sudah terjadi sejak berabad lampau.

Diskursus tentang relasi antara Tionghoa dan Islam, terutama di Indonesia selalu menarik. Sejarah mencatat bahwa keberadaan warga Tionghoa yang beragama Islam sudah ada sejak abad ke-15.

Sejarawan Lombard dan Salmon (2001) mengungkapkan interaksi antara orang-orang Tionghoa dan budaya lokal di masa itu digambarkan dalam gaya arsitektur masjid. Dengan menyebutnya sebagai “subkultural Muslim Peranakan”, mereka melihat interaksi tersebut sebagai bentuk “persekutuan suci” kosmopolitan, yang mengombinasikan antara peran-peran positif teologi Islam dan teknik-teknik Tionghoa.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.