Rabu, 28 September 22

Musim Panas Banyak Pengunjung Sungai Aare, Eril Bakal Bisa Ketemu

Musim Panas Banyak Pengunjung Sungai Aare, Eril Bakal Bisa Ketemu
* Pengunjung Sungai Aare. (kemlu.go.id)

Polisi Bern, Swiss, berharap musim panas berdampak positif ke pencarian Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hilang hanyut di sungai Aare saat berenang. Pasalnya, musim panas banyak pengunjung Sungai Aare meningkat, sehingga Eril bakal bisa ditemukan.

Polisi Bern mengatakan intensitas pengunjung di Sungai Aare yang cenderung meningkat di musim panas diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap upaya pencarian Eril.

Pernyataan tersebut diungkap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern dalam pernyataan resmi pada Selasa (7/6/2022).

“Saat cuaca baik, jumlah pengunjung di sungai Aare cenderung meningkat. Kepolisian Bern menilai bahwa peningkatan pengunjung akan memberikan dampak positif bagi upaya pencarian,” demikian bunyi pernyataan KBRI Bern.

Sebagai contoh, KBRI Bern menuturkan pada musim panas tahun 2021 jumlah pengunjung yang beraktivitas di sungai Aare dapat mencapai 18 ribu orang dalam satu hari.

Senada dengan polisi Bern, Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman Hadad, juga punya harapan yang sama.

Pada Senin (6/6) lalu, ia mengatakan saat musim panas tiba, intensitas aktivitas pengunjung sepanjang sungai Aare akan bertambah. Muliaman berharap, peningkatan dinamika air dan manusia juga akan berkontribusi dalam proses pencarian.

Swiss akan memasuki musim panas 2022 pada pertengahan Juni hingga September mendatang. Di musim ini, air sungai Aare disebut akan lebih jernih. Dengan demikian diharapkan dapat mempermudah upaya pencarian.

Sebelumnya, Eril dilaporkan hilang saat berenang di sungai Aere pada Kamis (26/5) lalu. Ia disebut terseret arus sungai saat berenang bersama adik dan seorang temannya.

Hingga kini, tercatat upaya pencarian Eril memasuki hari ke-13 dan telah mencakup 30 kilometer dari area Sungai Aare.

Selama menjalankan misi pencarian pihak berwenang Swiss mengerahkan drone, penyelam, kapal, anjing pelacak, atau teknologi yang dianggap mampu membantu. Namun, alat ini tak seluruhnya diterjunkan, melainkan mempertimbangkan kondisi cuaca di sekitar sungai.

Akhir pekan lalu, Ridwan Kamil dan istrinya, Athalia Praratya, sudah merelakan dan meyakini bahwa anak sulungnya telah meninggal dunia.

Meski sudah diyakini meninggal, pencarian Eril terus dilakukan sampai jasadnya ditemukan.

Proses pencarian Eril juga melibatkan sejumlah unit dari kepolisian dan pihak berwenang lain. Mulai dari polisi sungai atau maritim, polisi nasional, polisi medis, dan petugas pemadam kebakaran. (CNNIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.