Senin, 27 September 21

Mudik, Ikut Gairahkan Ekonomi Daerah

Mudik, Ikut Gairahkan Ekonomi Daerah

Jakarta – Tradisi mudik setiap tahun jelang Lebaran. Tak hanya mempererat tali silahturahmi, tapi juga menggerakan ekonomi daerah. BI mencatat, kebutuhan uang tunai selama puasa dan lebaran, mencapai Rp 115 triliun. Terus meningkat setiap tahunnya.

Transaksi terbesar diperkirakan terjadi di Pulau Jawa. “Pasti akan meningkat, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata juru bicara Bank Indonesia, Tirta Segara.

Pada puasa dan Lebaran tahun 2013, Bank Indonesia (BI) mencatat peredaran uang tunai sebesar Rp 103 triliun. Tahun ini uang tunai yang disediakan BI menjadi Rp 115 triliun.

“Tahun lalu itu Rp 103 triliun selama lebaran dan puasa. Sekarang kurang lebih Rp 115 triliun, dan kita mempunyai stok yang cukup,” ungkap Antonius Lambok Siahaan, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI.

Adanya peningkatan tersebut bukan karena pengaruh Pilpres pada 9 Juli lalu atau karena libur anak sekolah pada Juni-Juli. Peningkatan lebih karena faktor pertumbuhan ekonomi. “Saya tidak melihat karena Pemilu atau libur anak sekolah,” tambahnya.

Artinya, kiriman uang ke tiga daerah itu, lumayan besar dan bisa menggerakkan ekonomi desa. Desa-desa di Jawa tak banyak perbedaan dengan Jakarta. Setiap perempatan, pasti ada berdiri deretan ruko, yang menjual aneka ponsel, mini market seperti Indomaret dan Alfa.

Tumbuhnya aneka usaha di pelosok desa di Pulau Jawa itu, mencapai “masa panen” saat jelang dan paska Idul Fitri ini. Selain, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) buat Pemda setempat. Juga meningkatkan angkatan kerja yang terserap di sektor wirausaha tersebut.

Selain itu,  sepanjang jalur pantura selama arus mudik dan balik ini, bermunculan ratusan warung makan, bengkel dan jasa lainnya.

Selain mendapat guyuran uang dari dalam negeri, juga datang dari para pahlawan devisa negara, yakni dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di luar negeri.

PT Pos Indonesia (Persero) selama bulan puasa tahun ini menerima jasa pengiriman uang Rp 1,3 triliun, dari TKI yang mengadu nasib di luar negeri. Pengiriman ini dilayani oleh produk wesel yang bekerjasama dengan Western Union.

“Pengiriman uang dari luar negeri Rp 1,3 triliun selama Ramadan. Pertumbuhannya sebesar 22%,” kata Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan Budhi Setyawan usai acara mudik gratis di Kantor Pos Jakarta Pusat.

Pengiriman uang paling banyak datang dari Malaysia dan Hong Kong. Pada bulan normal, pengiriman wesel dari luar negeri ke Indonesia berkisar Rp 800 miliar per bulan.

Sedangkan layanan wesel untuk pengiriman uang di dalam negeri lebih kecil, ketimbang layanan wesel dari luar negeri. Melalui produk Weselpos Instan, pengiriman uang di dalam negeri selama Bulan Ramadan sebanyak Rp 1,1 triliun.

Semoga saja, berkah Idul Fitri ini, bisa membuat semua desa di tanah air ikut “mencicipi” kue pertumbuhan ekonomi. Sehingga, lambat laun, para pencari pekerjaan tak lagi menyerbu kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan lainnya.

Sebab, lapangan pekerjaan banyak tersedia di desanya sendiri. Atau semangat wirausaha terus tumbuh, seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Semoga saja.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.