Rabu, 21 April 21

Mubes IV, Ridwan Hisjam Ingatkan Kosgoro 57 Kembali ke Khitahnya

Mubes IV, Ridwan Hisjam Ingatkan Kosgoro 57 Kembali ke Khitahnya
* Politisi senior Partai Golkar Ridwam Hisjam. (Foto: Dok Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong atau Kosgoro 57 yang berdiri pada tanggal 10 November 1957 di Surabaya, kini tengah mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) IV di Cirebon, Jawa Barat, pada 6-8 Maret 2021, dengan agenda pemilihan Ketua Umum PPK Kosgoro 57.

Ridwan Hisjam sebagai politisi senior Partai Golkar menyambut baik pelaksanaan Mubes Kosgoro 57. Namun ia mengingatkan, bahwa siapapun nanti yang terpilih sebagai ketua umum, maka dia harus mampu mengembalikan Kosgoro kepada khitahnya, yakni sebagai organisasi yang tidak hanya fokus dalam kegiatan politik.

Berkaca pada sejarah pendirian Kosgoro, Ridwan mengatakan, organisasi pendiri Partai Golkar yang didirikan oleh Mas Isman (ayah Hayono Isman) sejak awal dibentuk sebagai wadah untuk menyatukan bekas para tentara pelajar dalam satu wadah koperasi. Karena itu awal Ormas ini disebut Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong (Kosgoro).

“Kosgoro dibentuk 10 November 1957 oleh Mas Isman itu awalnya itu, dia ingin mengumpulkan para mantan tentara pelajar untuk mendirikan sebuah koperasi simpan pinjam, tujuannya untuk mewujudkan sebuah kesejahteraan kepada para pejuang dari mantan-mantan tentara pelajar yang nasibnya tidak semua baik,” ucap Ridwan saat dihubungi, Sabtu (6/3/2021).

Akhirnya dibentuklah Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong (Kosgoro). Ormas ini kemudian berkembang pesat. Sampai-sampai pada masa Orde Baru kader Kosgoro yang bernama Martono diangkat sebagai Menteri Koperasi dan Transmigrasi oleh Presiden Soeharto.

Lebih lanjut, Ridwan menceritakan pada tahun 60-an, tatkala menguatnya PKI, Kosgoro yang didirikan Mas Isman, termasuk salah satu ormas yang menolak dan menentang idelogi PKI. Sehingga pada 20 oktober 1964, Kosgoro bersama Soksi, dan MKGR, dan Gakari membentuk Seretariat Bersama Golongan Karya, atau Sekber Golkar.

“Sejak itu Kosgoro berubah dari Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong (Kosgoro) menjadi Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong atau Kosgoro 57, karena Kosgoro tidak lagi fokus pada urusan ekonomi, yakni koperasi, tapi juga sudah masuk ke wilayah sosial dan politik, karena waktu itu ia menjadi penentang PKI, atau jadi Benteng Pancasila,” terang Ridwan menceritakan.

Kini 64 tahun berlalu, Kosgoro 57 sudah tumbuh besar, ada di semua provinsi, dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hanya saja Ridwan menyayangkan, Kosgoro saat ini terlalu fokus pada kegiatan politik. Nuansa politik terlalu menonjol dan kuat di Kosgoro, sementara sisi sosial dan ekonominya melemah. Hal ini membuat Ridwan prihatin karena Kosgoro tidak lagi seperti awal pembentukannya.

“Kosgoro saat ini di bawah kepemimpinan Agung Laksono lebih banyak menempatkan kader-kadernya di bidang politik. Meski kita tahu bahwa politik saat ini merupakan tuntutan bersama. Tapi maksud saya dia harus seimbang, selain politik Kosgoro juga harus menggarap persoalan sosial dan ekonomi. Jadi harus kembali ke khitahnya,” jelas Ridwan.

Anggota Komisi VII DPR dari Dapil Malang Raya ini mengatakan, orang sekarang berbodong-bondong ikut Kosgoro 57 karena hanya untuk mengincar jabatan, misalnya anggota DPR atau jabatan kepala daerah. Meski tidak ada larangan. Tapi Ridwan menilai, Kosgoro saat ini menjadi kehilangan ruh pendiriannya.

“Memang tidak dilarang, tapi mestinya kader Kosgoro harus bisa mengimbangi dengan kegiatan sosial dan ekonomi. Terjun dan bantu masyarakat, karena dengan begitu juga bagian dari kerja politik, atau investasi politik. Sekarang saya melihat kegiatan sosial dan ekonomi dari Kosgoro sudah mulai ditinggal,” jelasnya.

Ketua Dewan Pembina Padepokan Kosgoro 57 ini berharap siapapun nantinya yang akan terpilih sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro, maka ke depan harus bisa kembali menggerakan ekonomi masyarakat melalui pendirian koperasi seperti saat dulu ormas ini didirikan.

“Ke depan Kosgoro harus ada gerakan ekonomi rakyat. Nah ke depan pemimpin-pemimpin Kosgoro itu harusnya bukan dari seorang politisi, tapi pengusaha. Karena dia nanti akan lebih fokus mengurusi persoalan sosial dan ekonomi,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.