Mpu Prapanca Penulis Buku, Terkenal Sampai 500 Tahun

Bandung, Obsessionnews - Mpu Prapanca, penulis buku Nagara Kertagama, sampai 500 tahun namanya sering disebut, sehingga tulislah buku agar pemikiran terasah dan dikenal banyak orang. Demikian disampaikan Mahpudi dari Ikapi Jawa Barat saat workshop penulisan buku yang digelar di Ruang Oemi Abdurrachman, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran (Unpad), Jatinangor, Rabu (6/4/2016). Mahpudi menjelaskan menulis buku merupakan salah satu proses untuk lebih mengaktualisasikan diri sebagai manusia sejarah dan membedakan dari manusia pra-sejarah. Menulis buku, timpalnya, dapat dikatakan sebagai proses untuk mengabadikan diri kita, di mana karya kita akan dapat dibaca hingga beratus-ratus tahun kemudian. Menurutnya dengan menulis Negarakertagama Mpu Prapanca dapat dikenal hingga sekarang. "Bisa jadi pada masa Mpu Prapanca banyak orang yang ahli pada ilmu-ilmu tertentu, namun tidak mereka tulis sehingga namanya tidak pernah disebut hingga kini," katanya. Mahpudi menambahkan jangan menjadikan menulis sebagai perkara sulit, meski bukan juga perkara yang mudah. Hakikatnya, dalam setiap otak manusia ada “buku”, tinggal bagaimana kita mengeluarkannya. Sementara itu, Kepala UPT Unpad Press Gugun Gunardi mengungkapkan kiat-kiat belajar menulis buku. Dimulai dari menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan, menjadikan kegiatan menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan, hingga tidak mudah menyerah. “Pada awalnya sebuah tulisan itu luar biasa susahnya,tetapi ketika kita sudah berjalan, maka itu menjadi suatu hiburan. Apalagi kalau sudah menjadi buku, maka itu menjadi satu hadiah buat kita,” ujar Dr. Gugun. Dalam menulis buku pelajaran yang paling penting adalah adanya tanggung jawab keilmuan yang benar. Dengan demikian, penting adanya editor. “Jangan editor bahasa saja, tetapi juga editor keilmuan,” kata Dr. Gugun. Pembicara lain,Rema K. Soenendar dari Ikapi Jabar mengungkapkan untuk menemukan penerbit buku yang tepat, sebaiknya penulis mempelajari terlebih dahulu mengenai profil penerbit yang akan dituju. “Jangan sembarangan memilih penerbit, rata-rata sekarang penerbit punya website, bisa dipelajari dari situ mereka bergerak di buku apa,” ujar Rema. (Dudy Supriyadi, @dudysupriyadi69)




























