Selasa, 20 Agustus 19

Montblanc Explorer Gabungan Bahan Parfum dari Tiga Negara

Montblanc Explorer Gabungan Bahan Parfum dari Tiga Negara
* Acara jumpa pers Montblanc Explorer di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019). (foto: Kapoy)

Jakarta, Obsessionnews.com – Montblanc meluncurkan parfum pria terbarunya, yakni ”Montblanc Explorer”. Salah satu bahan terpenting dalam aroma luar biasa ini adalah akar nilam (Patchouli), bersumber dari pulau Sulawesi, Indonesia. Bahannya pun sukar untuk di dapatkan.

“Patchouli harganya sangat mahal, karena akses untuk mendapatkan oilnya sangat sulit di Sulawesi,” ujar Training Manager Montblanc dari PT Luxasia Nano Febrianti di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Montblanc Explorer mengundang para penjelajah perjalanan yang fantastis dalam membuat aroma parfum ini. Hal itu untuk memberi mereka kesempatan menemukan bahan-bahan yang paling Iangka ini.

“Metode pembuatannya menggabungkan keahlian dengan teknologi terbaru,” katanya.

Untuk membuat Montblanc Explorer, tiga talenta luar biasa dari Givaudan telah menggabungkan keahlian mereka, yakni Jordi Fernandez, Antoine Maisondieu, dan Olivier Pescheux.

Bersama-sama mereka telah menciptakan piramida penciuman inovatif, undangan memulai ekspedisi nyata untuk menemukan aroma yang paling berharga.

Mengembangkan buku harian perjalanan mereka sendiri untuk menciptakan aroma baru yang luar biasa ini dari bahan yang didapatkannya di tiga negara.

“Bergamot dari ltalia, Vetiver dari Haiti, dan Patchouli dari Indonesia,” ungkap perempuan cantik ini.

Menggabungkan keahlian kontemporer dan teknologi mutakhir, Montblanc Explorer membawa pada perjalanan yang tak terlupakan ke wilayah perawan dengan aroma kayu-aromatik-kulit yang tidak konvensional.

Note teratas penuh dengan Bergamot dari Italia, menungkapkan sisi terang, energik dan optimis dari keharuman hati. Disebut OrPur, Bergamot khusus ini meledak dengan bunga, hijau, dan catatan yang sangat segar menciptakan keinginan tiba-tiba untuk bepergian ke Selatan.

Catatan utama dari perjaIanan ini membawa ke bagian paling terpencil di Haiti, di Barat Daya yang ekstrim dari pulau, di wilayah Les Cayes. Persinggahan akhir membawanya ke Indonesia, khususnya di pulau Sulawesi untuk menemukan jenis baru Patchouli yang berkualitas tak tertandingi.

“Patchouli ini telah dikembangkan secara eksklusif untuk wewangian Montblanc,” tutur Nano. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.