Minggu, 21 April 19

Minim Informasi Pelaksanaan Pilpres Pengaruhi Golput

Minim Informasi Pelaksanaan Pilpres Pengaruhi Golput
* Peneliti LSI Denny JA, Ikram Masloman. (foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kurang lebih sebulan menjelang pemilihan Presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019, pemilih yang tahu pelaksanaan pilpres yang akan dilaksanakan pada April 2019 hanya sebesar 65.2 %. Sebesar 29.5 % menyatakan tidak tahu bahwa pilpres akan dilaksanakan pada bulan April 2019.

Berdasarkan hasil temuan Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dari mereka yang tahu bahwa pilpres akan dilaksanakan April 2019 sebesar 75.8 % bisa menjawab dengan benar bahwa tanggal pelaksanaan pilpres adalah 17 April 2019. Sementara 24.2 % tidak bisa menjawab dengan benar tanggal pelaksanaan pilpres-pileg.

Artinya jika ditotal secara populasi, hanya 49.4 % dari pemilih Indonesia yang terinformasi dan menjawab dengan benar bahwa pelaksanaan pilpres-pileg dilangsungkan pada tanggal 17 April 2019.

“Minimnya informasi waktu pelaksanaan pencoblosan bisa mempengaruhi besar-kecilnya golput,” ujar Peneliti LSI Denny JA Ikram Masloman di kantornya, Jl Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2019).

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukan bahwa dalam tiga kali pemilu terakhir, jumlah mereka yang tidak memilih (golput) cukup variatif sekitar 23% hingga 30 %.

Pada pemilu 2004 mereka yang golput sebesar 23.3 %. Pada pemilu 2009, mereka yang golput sebesar 27.45 %. Dan pada pemilu 2014, mereka yang golput sebesar 30.42 %.

“Dalam tiga pemilu terakhir, ada kecenderungan kenaikan jumlah mereka yang golput,” tuturnya.

Untuk diketahui, LSI Denny JA kembali mengadakan survei nasional pada akhir Februari 2019. Survei ini dilakukan pada tanggal 18-25 Februari 2019 melalui face to face interview menggunakan kuesioner.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %. Survei dilaksanakan di 34 propinsi di Indonesia.

LSI juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.