Minggu, 5 Februari 23

Menteri Sofyan A. Djalil Peringati 17 Tahun Tsunami Aceh

Menteri Sofyan A. Djalil Peringati 17 Tahun Tsunami Aceh
* Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, menghadiri acara 17 Years Tsunami Aceh dengan tema "Global Solidarity For Humanity and Sustainable Development - An Aceh Model" di Jakarta. (Foto: Humas Kementerian ATR/BPN)

Jakarta, Obsessionnews.com –¬†Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN), Sofyan A. Djalil, menghadiri acara 17 Years Tsunami Aceh dengan tema “Global Solidarity For Humanity and Sustainable Development – An Aceh Model” serta kegiatan Kongres I Diaspora Global Aceh, yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Diaspora Global Aceh (DGA) secara daring dan luring, di Aula Prona Gedung Kementerian ATR/BPN, Minggu (26/12/2021).

Dalam sambutannya, Menteri ATR/Kepala BPN yang juga selaku Ketua Dewan Kehormatan DGA menuturkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan hari ini untuk memperingati 17 tahun bencana tsunami Aceh. Selain itu, bertujuan juga untuk memberikan apresiasi kepada pihak yang telah berjasa dalam pembangunan kembali Aceh.

“Jadi, saya pikir, kenapa ada peringatan seperti ini? Yang pertama, tsunami Aceh menjadi suatu peristiwa bencana alam yang sangat fenomenal. Kemudian, orang Aceh tidak pernah melupakan siapapun dari komunitas internasional, baik dari negara dan tokoh-tokoh masyarakat serta donatur semua yang telah berkontrubusi dalam meringankan beban masyarakat, terutama korban tsunami,” kata Sofyan A. Djalil diterima Obsessionnews Senin (27/12).

Lebih lanjut ia menyampaikan, bencana tsunami yang menimpa Aceh pada 2004 silam memang disebabkan faktor alam. Namun, untuk bencana yang diakibatkan ulah manusia seperti banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya itu dapat dicegah dan diminimalisir. “Hal-hal ini bisa dicegah karena kuncinya good governance dan good management,” pungkas Menteri ATR/Kepala BPN.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Diaspora Global Aceh, Mustafa Abubakar, mengatakan bahwa acara ini sebagai wujud memelihara momentum sehingga semua pihak yang telah membantu merasa terhargai. DGB pun dirasa berkewajiban untuk menjaga silahturahmi pergaulan antarbangsa.

“Forum solidarity ini sebagai wujud terima kasih kita, masyarakat Aceh khususnya, atas segala bantuan yang pernah diberikan. Untuk itu, berkumpul hari ini tidak terbatas mengingat dan merenung, kita mengambil hikmah dalam pembelajaran yang luas agar kita dapat mengantisipasi dan mitigasi ke depannya,” imbuhnya.

Mustafa Abubakar juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, yang menjadi keynote speaker dalam kongres DGA I. Terima kasih juga disampaikan untuk Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN, Teuku Taufiqulhadi, yang telah memfasilitasi suksesnya kegiatan ini.

Sebagai informasi, DGA merupakan wadah pemersatu keseluruhan masyarakat Aceh yang berdomisili di luar Provinsi Aceh. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, para Diaspora Aceh dimanapun berada, diharapkan dapat selalu berkontribusi untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membangun ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, persaudaraan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Acara yang dilaksanakan secara daring ini turut dihadiri oleh mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, serta jajaran Dewan Pengurus Pusat DPA yang tersebar di seluruh dunia. Kemudian, secara luring juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang kelembagaan, Teuku Taufiqulhadi; Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Hukum Adat, Adli Abdullah, dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.