Minggu, 25 Oktober 20

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi
* Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi.

Posisinya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga RI, jelas berpengaruh bagi dunia olahraga di Indonesia. Pria kelahiran Bangkalan, 8 Juli 1973 ini percaya benar jika olahraga bisa menjadi media bagi persatuan bangsa, selain juga menyehatkan jiwa dan raga. Sejumlah kebijakan pun dirumuskan untuk memotivasi masyarakat berolahraga. Salah satunya melalui gerakan “Ayo Olahraga” yang diluncurkannya akhir April lalu.


Gerakan ini melingkupi kegiatan Gowes Pesona Nusantara, Gala Desa, dan Liga Sepakbola berjenjang. Gowes Pesona Nusantara merupakan kegiatan bersepeda yang dimulai pada 13 Mei sejak dari Sabang, Aceh, dan akan berakhir di Magelang, Jawa Tengah, pada 9 September atau saat puncak perayaan Hari Olahraga Nasional.

Sementara Gala Desa merupakan kegiatan untuk menumbuhkan tingkat kebugaran dan kesehatan bagi masyarakat desa/kelurahan sekaligus memunculkan bibit olahragawan potensial untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional. Ada enam cabang olahraga populer di Indonesia yang masuk Gala Desa, yaitu bola voli, sepakbola/futsal, sepak takraw, bulutangkis, atletik, dan tenis meja. Di samping Gala Desa, Kemenpora juga meluncurkan Liga Pelajar U-16, U-14, dan U-12.

“Ayo Olahraga” boleh dikatakan sebagai gagasan cemerlang alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, ini. Sebagai mantan aktivis organisasi, mantan ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur ini sudah biasa menggulirkan ide dan gagasannya untuk meng-create sebuah program. Dari aktivitas kampus, karakter kepemimpinan Imam mulai terasah.

Imam Nahrawi marah bukan main saat terdengar kabar meninggalnya Ricko Andrean Maulana, bobotoh Persib Bandung. Ricko yang sempat mendapatkan perawatan intensif selama lima hari di RS Santo Yusuf Bandung, menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis, 27 Juli 2017. Pemuda berusia 22 tahun itu menjadi korban pengeroyokan oleh sesama bobotoh saat menyaksikan laga antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu, 22 Juli 2017.

Langkah tegas segera diambil Imam. Wacana Islah Nasional bagi seluruh suporter tim sepakbola pun dikumandangkan. Sejumlah pihak terkait, seperti pengurus PSSI dan kepolisian pun diajak untuk membuat komitmen bersama. Harapan ke depan, islah dapat digelar berkelanjutan dan ada edukasi khusus kepada suporter.

Merespon gagasan Imam, Bobotoh dan The Jakmania, berikrar untuk menghilangkan permusuhan dan mengukir persahabatan. Ratusan Bobotoh dan The Jakmania berkumpul di depan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, untuk melakukan aksi damai dengan tajuk “1000 lilin untuk Ricko”.

Lepas kuliah, penggemar bulutangkis dan tenis meja ini mulai terjun ke dunia politik. Karier politiknya dimulai di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Kepala Sekretariat Jenderal DPP PKB pada tahun 1999. Tak seberapa lama, Imam menjadi staf khusus Wakil Ketua DPR dari PKB. Pada pemilu 2004, dia terpilih menjadi Anggota DPR. Karier di partainya pun terus naik. Dia menjadi Sekjen DPP PKB untuk periode 2008-2014.

Pada pemilu berikutnya, secara berturut-turut terpilih kembali menjadi anggota DPR RI. Penggemar olahraga pacuan kuda ini memiliki kemampuan kampanye yang efektif. Dia membuat stiker yang mewajibkan warga NU adalah PKB, dan PKB adalah NU. Hal itu dilakukannya saat pemilu legislatif. (Fath)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.