Jumat, 3 Februari 23

Menteri ATR/BPN: Banyuwangi Jadi Contoh Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

Menteri ATR/BPN: Banyuwangi Jadi Contoh Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf
* Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil dalam acara penyerahan 1.026 sertifikat tanah wakaf Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi di Ketapang Indah Hotel, Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: Humas Kemen ATR/BPN)

Obsessionnews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil menyerahkan 1.026 sertifikat tanah wakaf Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi di Ketapang Indah Hotel, Banyuwangi, Jawa Timur pada Minggu (29/05/2022). Sertifikat tanah wakaf diserahkan secara langsung kepada 12 perwakilan nazir yang hadir pada kegiatan Halal Bihalal PCNU bersama Pengasuh Pondok Pesantren se-Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Menteri ATR/Kepala BPN menjelaskan bahwa penyertifikatan tanah wakaf merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendaftarkan seluruh bidang tanah di Indonesia, baik itu tanah wakaf milik masyarakat perorangan maupun organisasi keagamaan seperti NU. Dalam mempercepat penyertifikatan tanah wakaf, Menteri ATR/Kepala BPN mengatakan, pembentukan satuan tugas (satgas) percepatan sertifikasi tanah wakaf di Banyuwangi bisa menjadi contoh dan ditularkan ke daerah lain.

“Selama ini yang paling progresif pendaftaran tanahnya, yaitu milik HKBP (Huria Kristen Batak Protestan, red) karena ada satgasnya. Kebetulan PCNU Banyuwangi juga membentuk satgas untuk program ini dan berhasil. Terima kasih Ketua PCNU, dan kalau ini dilakukan oleh seluruh cabang NU saya yakin paling cepat dalam dua atau tiga tahun ke depan seluruh aset NU terdaftar,” ujar Sofyan A. Djalil diterima Redaksi Senin, (30/5).

Seperti diketahui, Kementerian ATR/BPN telah menerbitkan dua regulasi untuk mempercepat pendaftaran tanah wakaf, di antaranya Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Tanah Wakaf di Kementerian ATR/BPN dan Surat Edaran Nomor 1/SE/111/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Percepatan Pendaftaran Tanah Tempat Peribadatan di Seluruh Indonesia. “Kami punya komitmen, maka dibuat aturan memudahkan, kalau ada komitmen seperti ini insyaallah tanah wakaf bisa tersertifikatkan dalam waktu yang tidak cukup lama,” tutur Menteri ATR/Kepala BPN.

Lebih lanjut, Sofyan A. Djalil mengutarakan, pemerintah bersama organisasi keagamaan perlu lebih cepat mendaftarkan dan menyertifikatkan tanah-tanah wakaf. Karena menurutnya, tanah yang tidak bersertifikat menjadi aset yang idle, tapi begitu ada sertifikat maka tanah menjadi aset yang hidup. “Mari bikin satgas, kami akan dorong kepada Kepala Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia supaya bekerja sama dengan satgas NU. Sehingga, dapat mempercepat sertifikat tanah wakaf,” ucap Sofyan A. Djalil.

Terkait dengan penyertifikatan tanah wakaf, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Muhammad Nuh mengatakan, hal tersebut merupakan langkah dari melakukan perubahan, yaitu merubah dari aset-aset yang sifatnya intangible atau aset non bendawi menjadi aset bendawi, kemudian diubah menjadi aset riil, yang akan menjadi kekuatan riil. “Gerakan sertifikasi tanah wakaf menyelamatkan aset bendawi itu bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, atas nama BWI kami berterima kasih kepada BPN karena telah membuat gerakan percepatan sertifikasi tanah wakaf. Kemudian BWI akan memberikan dukungan penuh dan cara yang dilakukan di sini akan kita replikasi di tempat lain,” tutur Muhammad Nuh.

Ketua PCNU Banyuwangi, Moh Ali Makki Zaini menerangkan percepatan sertifikasi tanah wakaf merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur dengan PWNU Banyuwangi. Sebagai tindak lanjut, maka disepakati 1.026 bidang tanah wakaf untuk disertifikasi kemudian dilanjut membentuk satgas percepatan sertifikasi tanah wakaf yang melibatkan jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi, Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, dan PCNU Banyuwangi.

“Kami khusus membentuk satgas, alhamdulillah sejak mengukur sampai keluar sertifikat empat bulan selesai. Kami atas nama seluruh nazir, terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat,” ucap Moh Ali Makki Zaini.

Sebagai inisiator atas terselesaikannya 1.026 sertifikat tanah wakaf aset PCNU Banyuwangi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi, Budiono menerima penghargaan dari PWNU Jawa Timur.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar Ali yang juga selaku Wakil Ketua Umum PBNU; Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN, Sunraizal; Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pengadaan Tanah, Arie Yuriwin; Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Yulia Jaya Nirmawati; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Jonahar; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi, Budiono; serta Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.