Selasa, 20 Agustus 19

Menpar Arief Yahya Takjub dengan Banyuwangi Ethno Carnival 2019

Menpar Arief Yahya Takjub dengan Banyuwangi Ethno Carnival 2019
* Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019. (Foto: medsos)

Banyuwangi, Obsessionnews.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas resmi membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019. Pembukaan event ini diikuti sedikitnya 400 orang dalam gelaran sendratari. Ada pula penampilan artis-artis ibu kota dan daerah yang turut menyemarakkan event tersebut.

Pada tahun ini BEC berlangsung dengan meriah. Ribuan penonton memadati jalur yang dilalui para talent. Wisatawan domestik dan mancanegara menjadi saksi kemegahan parade kostum yang telah sembilan tahun diselenggarakan. Mereka semua antusias menyaksikan event ini.

“Tahun ini keren sekali. Saya bangga kepada warga Banyuwangi. Kian tahun terus meningkat kualitasnya,” kata Menpar saat membuka parade tersebut di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (27/7/2019).

BEC merupakan karnaval yang dibawakan oleh ratusan talet dalam kostum extravaganza. Parade kostum etnik moderen ini telah ditetapkan sebagai Top 10 Wonderful Event di Indonesia.

Kemeriahan Banyuwangi Ethno Carnival 2019. (Foto: medsos)

“Banyuwangi Ethno Carnival dipilih sebagai Top 10 Wonderful Event, karena kualitasnya. Dalam setiap perhelatan, event ini memang mampu menyajikan kemeriahan. Bahkan menghadirkan wisatawan mancanegara,” kata Menpar.

Menpar menjelaskan mengapa BEC bisa masuk Top 10 atraksi wisata nasional. Menurutnya, Banyuwangi telah memegang prinsip 3C, yakni creative value, commercial value, dan CEO commitment.

“Kreatif itu bisa dilihat dari kemasan eventnya. Mulai koreografer, desainer kostumnya, hingga musik pengiringnya. Tiga hal ini menentukan kualitas suatu atraksi,” katanya.

Dari sisi komersial, pariwisata berhasil menjadi pengungkit ekonomi daerah. Perdapatan per kapita rakyat Banyuwangi, meningkat menjadi Rp 48 juta pada tahun 2018, dari Rp 20 juta pada tahun 2010.

“Terakhir, komitmen kepala daerah. Suatu daerah yang bergerak maju, pasti dipimpin kepala daerah yang berpikiran maju. Dan saya tahu betul, Bupati Anas turun sendiri untuk merancang event di daerahnya,” ujar Menpar.

“Banyuwangi bahkan berhasil menyabet penghargaan tertinggi sektor pariwisata dalam ajang Indonesia Attractiveness Award, mengalahkan kabupaten lain di Indonesia. Sekali lagi selamat kepada Banyuwangi,” lanjut dia.

Buat Banyuwangi, event ini adalah tempat berkumpulnya masyarakat The Sun Rise of Java. Bupati Azwar Anas mengatakan BEC memiliki makna tersendiri buat masyarakat. Dan dengan tegas ia menyebut pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival berbeda dengan event-event carnival lain di Indonesia.

“Yang membuat beda Banyuwangi Ethno Carnival, kegiatan ini diinisiasi dari bawah. Dari masyarakat. Dan banyak event di Banyuwangi tidak menggunakan EO. Termasuk BEC. Semua dikerjalan PNS. Dan merupakan hasil swadaya,” tutur Azwar Anas.

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan BEC yang dinilai bukanlah bagus atau megahnya kostum yang ditampilkan para peserta karnaval.

“Tapi bagaimana dan sejauh apa keterlibatan masyarakat dalam event ini. Itu jauh lebih penting. Oleh karena itu, BEC bukan hanya event pariwisata. Tapi event yang menggerakkan dan mengumpulkan masyarakat Banyuwangi. Di event inilah masyarakat guyub. Kumpul bersama-sama,” ujarnya.

Azwar Anas menambahkan, untuk menyaksikan BEC mereka rela datang dari kampung. Mereka menggelar tikar. Event ini menjadi perekat masyarakat Banyuwangi. Tidak ada sekat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih ke masyarakat dan PNS. Terima kasih kepada semua. Juga buat budayawan yang sering merumuskan tema-tema kegiatan termasuk BEC,” paparnya.

Ditambahkannya, Banyuwangi memiliki 99 event. Event yang semula mendapatkan tantangan, kemudian mendapatkan dukungan. Yang lebih meebuatnya bangga, BEC terpilih dalam 99 top inovasi di Indonesia.

Karena berdampak positif buat rakyat. Kabid Pemasaran Area I (Jawa) Wawan Gunawan, mengatakam banyak perwakilan pemerintah daerah di Indonesia yang menyaksikan event ini.

“Keunggulan BEC 2019 adalah mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Saya rasa hal seperti ini yang akan dipelajari daerah lain. Selain tentunya bagaimana mengemas sebuah acara dengan matang. Agar bisa menjadi daya tarik,” ujarnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.