Selasa, 27 Oktober 20

MenkopUKM Dorong Pelaku UMKM Aktif Berinovasi Demi Daya Saing Produknya

MenkopUKM Dorong Pelaku UMKM Aktif Berinovasi Demi Daya Saing Produknya
* MenkopUKM, Teten Masduki saat menjadi pembicara dalam zoom meeting (Foto : Humas KemenkopUKM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendorong para entrepreneur baru untuk mencari solusi dan berinovasi yang diperlukan agar UMKM bisa tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, sehingga pada saat ekonomi membaik UMKM sudah siap untuk tumbuh. Dia juga mendorong para pelaku usaha khususnya enterpreneur baru untuk menerapkan digitalisasi dalam proses produksi dan pemasarannya.

“Digitalisasi atau transformasi digital untuk UMKM nampaknya memang harus kita percepat untuk menghadirkan UMKM agar siap masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Teten dalam webinar bertopik “Entrepreneurship Series Winning Strategies for Small and Medium Size Business Amidst Covid-19” yang diselenggarakan oleh Magister Manajemen FEB UI di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Teten menjelaskan saat ini UMKM banyak yang terkena dampak dari covid-19 baik disisi supplai maupun dari sisi demand. Untuk meminimalisir dampak buruk akibat pandemi, pemerintah telah menggulirkan berbagai program seperti restrukturisasi pembiayaan, subsidi bunga, insentif pajak dan lainnya. Program-program tersebut diharapkan bisa membantu UMKM yang mengalami masalah cashflow termasuk membantu pembiayaan bagi UMKM yang belum bankable yaitu program hibah Banpres produktif. Disamping itu dari sektor permintaan yang memang menurun, pemerintah juga mencoba membantu lewat kebijakan fiskal untuk mendorong belanja K/L dan daerah untuk membeli produk-produk UMKM.

“Saat ini ada Rp307 triliun dari anggaran Kementerian dan Lembaga untuk 2020 yang diproyeksikan untuk UMKM. Kami juga kerjasama dengan kementerian BUMN lewat Pasar Digital (PaDi) BUMN juga untuk membeli produk UMKM, Pak Erick juga sudah menyetujui untuk belanja UMKM Rp14 miliar ke bawah itu untuk UMKM,” ulasnya.

Lebih lanjut Teten mengatakan, dari pengalaman selama ini di tengah pandemi covid, pihaknya juga melihat ada UMKM yang memang bisa bertahan bahkan tumbuh yaitu UMKM yang sanggup melakukan adaptasi bisnis, melakukan reorientasi usaha, dan inovasi produk serta bisa merespon perkembangan pasar yang baru. Usaha yang masih bisa bertahan itu diantaranya karena mereka mau melakukan inovasi dan melakukan penawaran secara online. Menurutnya saat ini penjualan di online meningkat 25 persen jika dibandingkan pada triwulan II 2019.

Lebih lanjut Teten mengatakan pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap pendekatan-pendekatan model pendampingan, model pelatihan yang terintegrasi dengan ekosistem pembiayaan, ekosistem digital termasuk ekosistem yang memungkinkan UMKM bisa mengembangkan kewirausahaan salah satunya kemitraan dengan usaha besar, ada catatan studi banyak negara di dunia UMKM yang bisa tumbuh ya selain mempunyai kemampuan inovasi, manajemen tapi juga bermitra dengan usaha-usaha besar.

“Sayangnya memang ini kita masih rendah kemitraan UMKM dengan usaha besar dan ini yang saya kira kita ingin dorong selebihnya, kami sedang mencoba bagaimana membangun kebijakan untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan UMKM bisa tumbuh besar yaitu akses kepada pembiayaan, akses kepada pasar juga saya kira adalah terutama akses bagi produk-produk tertentu sudah siap masuk ke pasar global,”akunya

Sekarang pun di Smesco Indonesia salah satu BLU KemenkopUKM juga sedang di redesign untuk betul-betul menjadi semacam center of excellent bagi the future SMEs termasuk juga mengembangkan trading house. Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian BUMN untuk menggunakan Sarinah sebagai showroom atau showcase untuk all inovation produk khususnya UMKM .

“Yang terakhir mungkin kami lewat LPDB-KUMKM juga ditugaskan untuk pembiayaan koperasi. Kami juga akan dorong untuk menjadi transformasi di kalangan UMKM terutama untuk sektor-sektor tertentu yang memungkinkan kita dorong untuk menjadi dari usaha perorangan dalam skala kecil menjadi usaha usaha berkelompok berkoperasi dalam skala besar,” kata MenkopUKM. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.