Kamis, 1 Desember 22

Menko PMK Nyatakan Pemerintah Telah Bergerak Cepat Tangani Gempa Cianjur

Menko PMK Nyatakan Pemerintah Telah Bergerak Cepat Tangani Gempa Cianjur
* Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dibonceng motor oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau lokasi terdampak gempa bumi Cianjur di Kecamatan Cugenang, Selasa (22/11/2022). (Foto: Humas Kemenko PMK)

Obsessionnews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah telah bergerak cepat untuk menangani gempa bumi magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

 

Baca juga:

Bawa Bantuan Kapolri, Divisi Humas Polri Ikut Turun Bantu Penanganan Gempa Cianjur

Tinjau Gempa Cianjur, Gubernur Ridwan Pastikan Korban Tertangani Maksimal

 

 

Hal itu disampaikan Menko PMK usai melakukan koordinasi tanggap bencana gempa bumi Cianjur bersama Bupati Cianjur, Gubernur Jabar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Kepala Basarnas, Kepala BMKG, KASAD, dan jajaran BPBD, di Kantor Bupati Cianjur, Selasa (22/11/2022).

Muhadjir menerangkan, pihak BNPB telah menyuplai logistik dan kebutuhan dasar bagi para korban. Juga telah dibangun pokso utama di kantor Bupati Cianjur. Kemudian Pemerintah Provinsi Jabar telah mengalokasikan Dana Siap Pakai (DSP) 20 miliar, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengalokasikan Rp 5 miliar, dan BNPB sudah menyalurkan bantuan sementara sebesar Ro 500 juta, dan bantuan lain Rp 1.5 miliar. Kemudian dana elastisitas juga akan dialokasikan melalui BNPB.

“Dari pihak pemerintah sudah membuat langkah-langkah cepat, dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi beserta jajarannya,” ungkapnya dikutip dari siaran pers.

Oleh sebab itu Muhadjir mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, Bupat Cianjur,i dan seluruh jajaran yang telah mengambil langkah cepat sehingga penanganannya tidak bertele-tele dan tepat waktu dan bisa ditangani secara cepat.

Gempa yang terjadi pada Senin 21 November 2022 pukul 13.20 WIB tersebut berskala sedang, tapi mengakibatkan daya rusak yang luar biasa. Karenanya untuk penanganan tanggap bencana memprioritaskan korban akan dilakukan secara paralel dan mengutaman semua korban, baik korban selamat, korban cedera, dan korban meninggal dunia.

“Kita prioritaskan menggali timbunan-timbunan yang diperkirakan ada korban hidup. Kita targetkan hari ini selesai. Mudah-mudahan masih bsia diselamatkan,” ucapnya.

Muhadjir juga menyatakan akan dilakukan pendataan rumah yang terkena rusak ringan, berat, hingga fatal. Dia memerintahkan pihak terkait supaya melakulan pendataan secepat mungkin supaya bisa langsung melakukan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Dirancang kira-kira rekonstruksi bagaimana. Mulai dari kerusakan ringan sampai kerusakan berat. Harus tuntas. Nanti akan dibantu buat rumah tahan gempa. Kerusakan berat akan dibantu penanganannya oleh BNPB dan PUPR. Nanti akan diklasifikasi supaya mudah ditangani,” ujarnya.

Muhadjir menyampaikan, untuk fasilitas umum seperti akses jalan nasional dan jalan provinsi yang terputus karena tertimbun longsoran akibat gempa juga ditargetkan selesai pada siang ini supaya akses tidak lumpuh total. Juga akan dilakukan pembangunan sementara pada jembatan yang putus akibat gempa.

Kemudian untuk sarana prasarana seperti masjid, sekolah, dan madrasah akan dibantu penanganan oleh kementerian terkait, seeperti Kementerian PUPR, Kemendikbudristek, dan Kemenag.

Untuk antisipasi penanganan korban, Muhadjir juga akan melakukan koordinasi dengan Kemenkes untuk membantu tenaga kesehatan ke posko supaya bisa menangani korban cedera parah dan penanganan penyakit di posko pengungsian. Pihak TNI juga akan membantu membuat RS lapangan untuk menangani korban.

“Kami atas nama pemerintah mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya dan ikut prihatin atas kejadian yang di luar kehdendak kita semua. Mudah-mudahan mereka yang menjadi korban meninggal dalam keadaan syahid. Keluarga yang ditinggalkan bisa tabah tawakal dan bisa segera bangkit kembali dari keprihatinan dan trauma yang ada,” ucap Muhadjir.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, jumlah korban tewas akibat gempa bumi Magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur sementara berjumlah 162 jiwa. Jumlah korban tewas masih belum bisa dipastikan mengingat kodnsi lapangan yang belum pasti. Selain korban tewas, laporan BPBD tersebut juga mencatat gempa tersebut juga menyebabkan 362 orang luka ringan hingga berat, 2.345 rumah rusak berat, dan sekitar 13.400 orang mengungsi. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.