Jumat, 27 Mei 22

Mengenal Ciputra Konglomerat Properti Sekaligus Bos Media

Mengenal Ciputra Konglomerat Properti Sekaligus Bos Media
* Pendiri PT Ciputra Development, Dr. Ir Ciputra. (Foto: Dokumentasi Ciputra)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kabar duka menyelimuti dunia bisnis Tanah Air. Pendiri PT Ciputra Development, Dr. Ir Ciputra, mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (27/11/2019) di Singapura. Pengusaha sukses itu meninggal karena penyakit yang dideritanya sehingga harus dirawat itensif di Singapura.

Nama Ciputra memang tidak asing lagi, Taipan ini lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada 24 Agustus 1931. Namanya terus bersinar dalam dunia bisnis Tanah Air saat dia mendirikan PT Ciputra Development. Ciputra bukan hanya dikenal sebagai pengusaha properti tapi juga bos media yang memiliki darah seni yang kuat.

Berikut kisah sukses Ciputra yang selalu menarik diperbincangkan.

Mengutip berbagai sumber, kesuksesan Ciputra membangun bisnis berjalan puluhan tahun. Terutama di bidang properti. Sebut saja Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group, adalah gurita bisnis yang hasil karya bangunannnya bisa ditemui di Indonesia.

Meski sekarang asetnya mencapai triliunan, namun siapa sangka bisnis yang dibangun Ciputra awalnya hanya modal sebesar Rp 10 juta. Dikisahkan, Ciputra bahkan pernah perjualan kopi dan kelontongan. Kesulitan hidup sudah ia rasakan sejak kecil, Salah satunya kehilangan bapaknya, Tjie Siem Poe, pada tahun 1944.

Peristiwa pahit itu yang akhirnya memecutnya untuk bangkit. Ketika remaja ia bersekolah di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Frater Don Bosco di Manado, Sulawesi Utara.

Usai tamat sekolah, dia memutuskan pergi dan menuju Jawa. Dia lalu berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Di sini awal mula dia mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di sebuah garasi.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung, dan meraih gelar insinyur pada 1960, ia pindah ke Jakarta. Ia memulai kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Di sana, dia menjabat sebagai direksi sampai usia 65 tahun, dan setelah itu sebagai penasihat.

Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Budi Brasali dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.

Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi dan berdampak ke bisnis Ciputra. Namun, dia mampu bangkit dan membawa perusahaannya berekspansi ke dalam dan ke luar negeri.

Sukses membangun bisnis properti, Ciputra juga dikenal sebagai bos media dengan mendirikan Majalah Tempo melalui Yayasan Jaya Raya yang dipimpinnya. Bersama Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, dan sejumlah tokoh lainnya, Ciputra mendirikan PT Grafiti Pers yang menaungi majalah terbesar di Indonesia tersebut.

Selain Tempo, surat kabar harian Bisnis Indonesia dengan segmentasi pemberitaan bisnis dan ekonomi berbahasa Indonesia yang diterbitkan di Jakarta, Indonesia, sejak 14 Desember 1985 juga salah satunya didirikan oleh Ciputra. Belakangan sempat dikabarkan, Ciputra sudah membeli saham Jawa Pos Group milik Dahlan Iskan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.