Minggu, 28 Februari 21

Mengarusutamakan Pendidikan Kebencanaan

Mengarusutamakan Pendidikan Kebencanaan
* Saiful Maarif. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Saiful Maarif, bekerja pada Dit PAI Ditjen Pendidikan Islam

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, selama tahun 2020 terdapat 2.925 bencana alam yang terjadi di tanah air. Sampai pekan kedua awal tahun ini, BNPB melansir sudah hampir seratusan peristiwa bencana alam terjadi. Gempa, gunung meletus, banjir, longsor, dan bencana alam lain akrab di telinga karena seringnya terjadi di tanah air.

Berkaca dari intensitas dan meruyaknya dampak bencana alam menegaskan pentingnya mempersiapkan diri dalam mengantisipasi bencana yang tiap saat bisa datang. Tanpa pemahaman dan pengetahuan yang memadai dalam menghadapi kemungkinan bencana alam beserta bermacam eksesnya, maka dampak dan eskalasi kebencanaan bisa meluas.

Pemahaman dan pengetahuan kebencanaan sangat terkait dengan upaya pendidikan. Lembaga pendidikan merupakan sarana paling tepat untuk menyemai pengetahuan yang akan berdampak pada sikap mereka. Dalam hal kebencanaan, pengetahuan tentang hal terkait akan memungkinkan siswa dan pihak lainnya untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi. Lebih jauh, jenis pendidikan ini pada esensinya adalah sebuah dorongan untuk menghargai alam dengan laku dan tindakan yang mampu seiring sejalan dengan kodrat alami kebencanaan itu.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.