Selasa, 1 Desember 20

Mengapa Rasisme Meningkat di Prancis?

Mengapa Rasisme Meningkat di Prancis?
* Rasisme meningkat di Prancis. (Foto: YJC)

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Prancis dalam laporan tahunannya tentang “Rasisme, Anti Semitisme dan Xenophobia” menyebutkan bahwa rasisme di negara Eropa Barat ini meningkat.

Mengapa rasisme bisa meningkat di Prancis? Menurut para pakar, pemerintah Prancis sendiri, para pemimpin politik dan media arus utama secara langsung bertanggung jawab atas peningkatan rasisme di negara tersebut. Pasalnya, mereka terlibat dalam menghasut kebencian, menciptakan ketakutan, dan menstigmatisasi komunitas Muslim, warga kulit hitam dan migran pada umumnya.

Aksi protes warga Pakistan di Peshawar pada 26 Oktober 2020. (Foto: ParsToday)

Hal itu seperti apa yang dijelaskan analis politik Olivier Le Cour Grandmaison dalam buku yang baru-baru ini diterbitkan “Rasisme di Prancis”, sebuah karya kolektif yang ditulis oleh 24 penulis.

Saat ini pemerintah Paris menginginkan undang-undang baru yang menentang separatisme. Namun para pakar mengatakan bahwa undang-undang yang ada saat ini lebih dari cukup untuk memberikan sanksi terhadap kegiatan kriminal.

Prancis yang memiliki sekitar 5 juta penduduk Muslim merupakan negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa Barat.

Sebuah RUU baru sedang disusun untuk memperketat kontrol atas pembiayaan masjid dan asosiasi yang melayani komunitas agama. RUU ini rencananya akan dibahas di parlemen Prancis awal tahun depan.

Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga Muslim, sebab, mereka berpotensi menjadi sasaran kekerasan dan rasisme.

Senat Pakistan Desak Usir Dubes Prancis!
Senat dan Majelis Nasional Pakistan meminta pemerintah mengusir duta besar Prancis dari negara itu sebagai protes atas pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad Saw.

Seperti dilansir IRNA, Selasa (27/10/2020), para anggota Senat dan Majelis Nasional Pakistan menyatakan kemarahan atas kampanye Islamfobia di Barat khususnya di Prancis, dan meminta pemerintah untuk mengurangi level hubungan diplomatik dan mengusir dubes Prancis dari Pakistan.

Ketua Partai Jamaah al-Islami Pakistan, Senator Siraj-ul-Haq mengatakan bahwa selain mengusir dubes Prancis, pemerintah juga harus melarang penjualan barang-barang Prancis di Pakistan dan memboikot produk negara itu.

Masyarakat Pakistan turun ke jalan-jalan mengecam penghinaan terhadap Islam dan sosok suci Rasulullah Saw. Puncak aksi protes akan dilakukan pada Jumat depan untuk mengecam penghinaan yang dilakukan surat kabar Charlie Hebdo dan pembelaan Presiden Macron.

Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Senin kemarin, memanggil dubes Prancis untuk menyampaikan protes atas pernyataan Macron yang mendukung penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW. (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.