Senin, 9 Desember 19

Mengapa Menteri Bintang Menangis di Semarang?

Mengapa Menteri Bintang Menangis di Semarang?
* Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga. (Foto: Kemen PPPA)

Semarang, Obsessionnews.com – Berita tentang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga yang menangis ketika melakukan kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019), sungguh mengejutkan! Apa penyebabnya?

Tangis haru Bintang tidak terbendung saat dia berdialog dengan para perempuan pendamping atau Account Officer (AO) dari PT Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) di Semarang.

Kunjungan kerja Menteri Bintang Puspayoga di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019).

Bintang menilai pengorbanan para perempuan pendamping ini adalah hal yang luar biasa. Semangat, jujur dan kerja keras merupakan kunci menuju kesuksesan.

“Di samping membuka lapangan tenaga kerja, PNM telah menghasilkan para perempuan pendamping yang hebat. Mereka yang merupakan perempuan muda tulang punggung keluarga namun tanpa mengeluh, semangat untuk mengenyam pendidikan tinggi tetap ada dalam diri mereka,” ungkap Bintang dengan rasa haru menahan tangisnya yang dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Kamis (21/11).

Bintang memberikan apresiasi untuk para perempuan pendamping dari PNM Mekaar.

“Sejak hari pertama dilantik sebagai Menteri PPPA, saya sudah sangat tertarik dengan PNM Mekaar ini. Bagi saya tugas para pendamping sangatlah mulia dalam memberdayakan perempuan, dengan sabar mereka melewati proses untuk berikan pemahaman bagi ibu pra sejahtera yang mau membuka usaha mikro,” terang Bintang dalam sambutannya pada Dialog bersama AO dan Keuangan dan Administrasi Mikro (KAM) PNM Mekaar.

Setiantika Defriani, salah satu AO dari cabang Pekalongan Timur mengungkapkan, manfaat dan kemajuan yang ia rasakan setelah 19 bulan bergabung dengan PNM. Saat ini, ia sudah mengelola 285 nasabah PNM Mekaar.

“Di sini, saya banyak dapat pengalaman dan pembelajaran terutama tentang kerja disiplin, cerdas dan tangguh untuk menyelesaikan berbagai tantangan di PNM. Sekarang, saya sudah bisa mewujudkan salah satu impian saya yaitu melanjutkan pendidikan tinggi dengan biaya sendiri tanpa membebani kedua orangtua. Berkat PNM, saya bisa mengejar karir sekaligus mewujudkan mimpi-mimpi saya, terima kasih PNM,” ujar Setiantika.

Widyawati dari PNM cabang temanggung juga membagikan pengalamannya ketika harus memberikan pendampingan usaha sekaligus mengajari ibu-ibu yang belum bisa membaca dan menulis, sampai akhirnya bisa baca dan tulis. Saat ini ia sudah mengelola 385 nasabah dan mengurus 24 kelompok masyarakat dalam PNM.

“Para AO tidak hanya memberikan pendampingan, mereka bahkan dengan sabar mengajari masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dari tidak bisa baca menjadi bisa baca. Kita harus terus menyemangati usaha mereka. Adik-adik, kalian adalah perempuan yang luar biasa! Jadilah perempuan yang sukses, perempuan hebat yang tidak kenal mengeluh. Saya yakin seberat apapun tugas yang diemban jika dikerjakan dengan hati, akan terasa ringan,” tutur Bintang.

Pada kesempatan ini Bintang juga meminta kepada para AO pendamping untuk menjadi perpanjangan tangan (duta) bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam membantu sosialisasikan pesan dan moral terkait perempuan dan anak misalnya untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak.

“Adik-adik, kalian adalah sosok perempuan cerdas dan pekerja keras, jika Ibu minta kalian untuk menjadi menjadi perpanjangan tangan Kemen PPPA apa kalian bersedia?” tanya Bintang.

Secara antusias para pendamping pun menjawab “Kami siap.”

Bintang berharap semoga tugas tambahan yang akan ia berikan tidak menjadi beban. “Setiap minggu nantinya para pendamping akan mengumpulkan ibu-ibu nasabah untuk melakukan sosialisasi, ini merupakan tugas mulia karena mengurus perempuan dan anak merupakan urusan dunia akhirat. Ke depan kita ingin melahirkan anak-anak generasi penerus bangsa yang tidak hanya pintar tapi juga cerdas, mandiri, dan baik secara spiritual. Kita akan buat pedoman khusus untuk memberi pengetahuan pada ibu,” tuturnya .

Direktur Utama PT PNM (Persero), Arief Mulyadi mengungkapkan, bahwa PNM Mekaar Jawa Tengah yang telah berdiri sejak 2016, sudah memiliki 4.290 pendamping termasuk AO serta 810.000 nasabah atau ibu prasejahtera. Dari 1 januari sampai November 2019 ini sebesar Rp. 2,2 triliun sudah disalurkan untuk mendukung usaha ibu menuju keluarga sejahtera.

“Sesuai janji yang disampaikan Menteri Bintang sebelumnya, beliau bersedia menjadi Ibu dari para AO PNM. Kehadiran beliau di sini adalah untuk memberikan semangat dan motivasi bagi adik-adik semua,” kata Arief.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada 5,78 juta perempuan pra sejahtera yang diberdayakan PNM.

“Ini merupakan infrastuktur yang sudah jelas, inilah yang kami optimalkan untuk membangun kerjasama intens sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Kami mengajak semua pihak untuk terus berikan motivasi agar perempuan berdaya, jika perempuan berdaya dari sisi ekonomi maka penurunan kekerasan terhadap perempuan itu akan terjadi,” ujarnya.

Bintang mengungkapkan, pemberdayaan dari sisi ekonomi merupakan kunci yang harus dibuka sebagai peluang selebar-lebarnya bagi perempuan.

“Sesuai arahan presiden, untuk mewujudkan program tersebut dibutuhkan kerja tim jadi bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemen PPPA, jadi tidak menutup kemungkinan kita akan bersinergi dengan K/L, BUMN, pemerintah daerah dan semua stakeholder terkait sehingga banyak perempuan yang bisa kita berdayakan salah satunya melalui PNM,” pungkasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.