Sabtu, 6 Juni 20

Menangani Buah Kakao Agar Tidak Cepat Busuk

Penyakit Kakao Dapat Diatasi

KEGIATAN pelayanan ke petani kakao ini dilakukan dengan diawali pertemuan antara Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Ir Loekas Soesanto MS PhD dan Kepala Sub Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Intinya, ada masalah penyakit tanaman kakao, khususnya Vascular Streak Dieback (VSD) dan busuk buah kakao di wilayah Yogyakarta, yaitu di Kabupaten Gunung Kidul, Kecamatan Patuk di tahun 2015.

Segala upaya sudah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, bahkan didatangkan pakar kakao dan pakar penyakit tanaman dari lembaga lain, tetapi tetap tidak mampu mengatasinya. Hal inilah yang mendasari Prof Loekas Soesanto dikontak untuk menangani masalah tersebut, mengingat dia yang mempunyai terobosan teknologi pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan.

Permohonan itu langsung direspon Prof Loekas dan disusul dengan pertemuan antara dirinya dengan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Provinsi DIY serta Kabupaten Gunung Kidul untuk mendiskusikan tindakan atau kegiatan selanjutnya.

Sesudah meninjau lokasi di Desa Patuk Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul DIY dan setelah memperkenalkan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan dan sederhana, murah, dan mudah kepada petani kakao, serta melatih petani kakao untuk membuatnya sendiri, maka Prof Loekas usulkan untuk adanya pendampingan petani kakao agar ilmu yang sudah dia berikan dapat diaplikasikan dengan benar.

Usul ditanggapi dengan baik dan secara bertahap selama dua tahap, Prof Loekas kirim mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian Unsoed. Pada tahap pertama, dikirim 4 (empat) mahasiswa dan tahap kedua 5 (lima) mahasiswa ke lokasi tanaman kakao.

Tentu saja para mahasiswa sudah dipersiapkan dengan proposal tugas akhir dan bahan yang akan diaplikasikan. Mahasiswa diberi fasilitas akomodasi di rumah petani meski hanya membayar untuk makan.

Para mahasiswa sangat antusias dan semangat melaksanakan kegiatan penelitian mereka sekaligus mengajarkan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan ke petani kakao bagaimana membuat obatnya dengan mudah dan murah, serta cara aplikasinya. Mahasiswa tinggal di lokasi sekitar 6 (enam) minggu untuk kegiatan aplikasi dan pengamatan.

Hasil dari kegiatan mahasiswa sangat menggembirakan. Penyakit tanaman dapat diatasi dengan baik, tanaman kakao dapat tumbuh dan berbuah lagi dengan baik, setelah beberapa saat tidak dapat tumbuh baik. Petani kakao senang dan punya semangat dan harapan setelah selama ini pesimis dengan tanaman kakaonya, yang menjadi andalan untuk hidup petani.

Trobosan teknologi yang Prof Loekas temukan mampu mengatasi masalah penyakit tanaman kakao. Bahkan diminta untuk menangani penyakit kuning pada tanaman lada di Kabupaten Sleman Kecamatan Godean DIY, dan dikirim 3 (tiga) mahasiswa Fakultas Pertanian Unsoed.

Selain itu, para mahasiswa dapat belajar hidup dengan memecahkan masalah di petani secara langsung, dan tugas akhir mereka dapat diselesaikan dengan cepat, rata-rata kurang dari 4 (empat) tahun. Bendera Unsoed sudah dapat dikibarkan di DIY, dan dikenal oleh petani kakao khususnya di Kabupaten Gunung Kidul, dan petani lada di Kabupaten Sleman, DIY. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.