Rabu, 28 September 22

Membebani APBN, Subsidi Bunga KPR Bakal Distop Pada 2020

Membebani APBN, Subsidi Bunga KPR Bakal Distop Pada 2020
* Salah satu rumah dengan sistem pembayaran KPR. (Foto: BTN)

Jakarta, Obsessionnews.com -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan
subsidi selisih bunga (SSB) kredit pemilikan rumah (KPR) mulai tahun depan bakal distop. Program sebenarnya dibuat untuk membantu masyarakat kelas bawah mencicil rumah dengan bunga yang terjangkau.

“Nah bagaimana 2020-2024, ini kita bisa lihat bahwa semua (program) yang selama ini ada kita teruskan kecuali SSB/subsidi selisih bunga,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heripoerwanto di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019).

Kebijakan baru itu akan diterapkan lantaran beban fiskalnya cukup berat sehingga membebani uang negara.

“SSB ini dihentikan alasannya karena beban fiskalnya cukup tinggi. Kan sama sama tahu kalau SSB dijalankan misalnya kreditnya diluncurkan, KPR-nya diterbitkan tahun ini kita harus kawal itu sampai 15-20 tahun ke depan untuk menyiapkan selisih bunga, subsidinya,” jelasnya.

“Itu yang kemudian bebannya sangat berat sampai masa tenor berakhir KPR itu masih jadi urusan pemerintahan,” ujarnya.

Dia mencontohkan bahwa berapa pun bunga KPR yang berlaku di pasar, dengan bantuan SSB maka masyarakat hanya dikenakan bunga 5%. Jika bunga di pasar di atas 5%, kelebihannya dibayarkan oleh pemerintah.

“Kan namanya selisih bunga supaya kita tetap ke masyarakat itu 5%. Contoh November waktu terbit bunga komersial 11% maka kami nutupi 6%. Bulan berikutnya jadi 12% kami nutupin 7% jadi fluktuasi, beda-beda. Kami tidak bisa prediksi, tiap tahun kami sesuaikan dengan bunga yang berlaku,” tambahnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.