Minggu, 1 Agustus 21

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Optimis Dapat Penuhi Kuota Kurban di Seluruh Indonesia

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Optimis Dapat Penuhi Kuota Kurban di Seluruh Indonesia
* Ketua Paguyuban Plasma Ternak Asari. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com Sambut kurban tahun ini, sejumlah lembaga swadaya masyarakat berlomba-lomba untuk menawarkan pembelian hewan kurban. Seperti Dompet Dhuafa, dengan memanfaatkan sentra ternak dari DD Farm, optimis dapat memenuhi kuota kurban di seluruh Indonesia.

Dengan pendistribusian kurban untuk mereka yang tinggal di wilayah Terpencil, Tertinggal dan Terpelosok. Antusias kurban tidak hanya dari Dompet Dhuafa, namun juga para peternak kecil yang diberdayakan oleh DD Farm.

“Insyaallah kami sangat siap dengan kualitas maupun kuantitas domba yang kami miliki untuk kebutuhan kurban di wilayah Banten dan Sekitarnya,” ujar Ketua Paguyuban Plasma Ternak Asari dalam keterangan tertulis Dompet Dhuafa, Sabtu (19/6/2021).

Dia menuturkan, hingga saat ini ketersediaan domba untuk kurban sudah mencapai 70%. Untuk itu, pihaknya terus melakukan perawatan secara intensif mulai dari bobot, kesehatan hingga pakan.

“Semoga domba yang kami ternakan di plasma tersebut dapat berkontribusi secara maksimal saat kurban nanti,” ucapnya.

Dia mengaku, awalnya dari dia hanya memaksimalkan pendapatan dari kegiatan padat karya seperti kuli bata, pencari rumput, kuli serabutan dan lain-lain. Berkerja tidak menentu tergantung ada permintaan saja maka waktupun tidak pasti, alhasil penghasilan bulanan tidak tetap.

“Kala itu kami lebih banyak menganggurnya daripada kerja. Namun setelah melihat pengelolaan DD Farm, kami termotivasi untuk memiliki peternakan. Meskipun Plasma Ternak ini baru, namun minat masyarakat cukup tinggi, alhamdulillah bermula dari segelintir anggota lambat laun bertambah menjadi sepuluh anggota,” tambah Asari.

Pada plasma ternak tersebut, dia terus mendapatkan ilmu dalam bidang peternakan. Pelatihan dan pendampingan itu sangat dirasakan manfaatnya.

“Awalnya kami sempat ragu untuk beternak domba, apalagi dengan pengelolaan yang membutuhkan waktu dan perhatian. Namun karena ini demi menopang ekonomi kehidupan keluarga, maka kami terus giat untuk beternak,” ungkapnya.

Apalagi saat ini dirinya sudah mempunyai sepuluh anak dengan gaji sebagai security cukup pas-pasan dalam menghidupi kebutuhan keluarga, mau pindak kerja di tengah pandemi Covid-19 cukuplah sulit untuk mencari pekerjaan.

“Melihat bisnis ternak dengan pangsa pasar menggiurkan, kami tetapkan tekad untuk terus beternak,” ujar Asari.

Semoga dengan melonjaknya permintaan dari masyarakat seperti 2020 lalu, berharap dapat meningkatkan perekonomian bagi keluarganya.

“Peningkatan ekonomi akan sanggup menopang kehidupan keluarga di wilayah Kampung Gowok, Curug, Serang, Banten,” pungkas Asari. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.